Kali Ke 24 Tagar Muhammad Qasim Kuasai Twitter (X) Amerika

Amerika, Media Pojok Nasional — Kembali beruntun ke 24 Tagar Muhammad Qasim kuasai Amerika. Genderang ruh perjuangan memurnikan tauhid terus menggema

Ya, Gema Tauhid di Langit Digital Pusat Informasi dunia itu ; New York. Di tengah hiruk-pikuk algoritma Twitter (sekarang X) di Amerika Serikat yang biasanya didominasi oleh isu politik Gedung Putih, gosip Hollywood, atau skor NBA, sebuah fenomena ganjil kembali berulang. Untuk yang ke-24 kalinya, tagar terkait Muhammad Qasim merangsek naik, menduduki jajaran trending topic di Negeri Paman Sam.

Bagi publik awam, nama Muhammad Qasim bin Abdul Karim mungkin terdengar asing. Pria asal Pakistan ini mengklaim telah menerima ribuan mimpi sejak usia muda, mimpi-mimpi yang ia yakini berisi pesan tentang masa depan umat Islam, hancurnya kesyirikan, dan bangkitnya kembali kejayaan Islam dari Timur.

Namun, apa yang awalnya bergerak di ruang-ruang diskusi digital yang sunyi, kini telah menjelma menjadi trend di media sosial. Tagar yang berulang kali menembus pasar digital Amerika Serikat menjadi bukti bahwa narasi ini sudah mendunia

Beruntun yang ke 24 kali trending akan terus mengkristal. Menanti di Ujung Lini Masa. Kritik tentu saja berdatangan. Sebagian kalangan ulama dan akademisi meminta publik untuk berhati-hati dalam menyikapi klaim lewat mimpi.

Namun, di tingkat akar rumput digital, peringatan tersebut tampaknya kalah cepat dengan laju jempol para netizen yang terlanjur terpikat oleh visi masa depan yang ditawarkan. Terlebih kisah menghapus pemajangan gambar mahluk bernyawa dirumah atau wilayah yang dalam tanggung jawab seorang muslim alias salah satu syirik modern teruji membuat muslim itu melesat dengan cepat sisi karir dan harmonis keluarga karena Rahmat Allah datang seperti Hadits tentang Malaikat Rahmat tak akan masuk ke rumah yang ada gambar mahluk bernyawanya.

Seperti halnya di Jateng dimana di salah satu Desa muncul komunitas usahawan yang digagas salah satu helper Muhammad Qasim ikhtiarnya diantaranya dengan menghapus gambar mahluk bernyawa malah sejumlah masyarakat disana yang ikut merasakan efek dashyat dari amal tersebut.

Satu hal yang pasti: keberhasilan tagar ini menguasai Twitter Amerika untuk ke-24 kalinya menunjukkan bahwa peta dakwah telah bergeser.

Genderang memurnikan tauhid kini tidak lagi ditabuh di atas mimbar-mimbar kayu tradisional, melainkan menggema lewat cuitan, utas, dan algoritma yang melintasi batas-batas geopolitik dunia.

Kita sedang menyaksikan bagaimana spiritualitas timur tengah meraba-raba jalannya ke pusat sekularisme barat, satu demi satu tagar.

Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *