GRESIK, Media Pojok Nasional – Pengentasan kawasan kumuh memerlukan keterpaduan kebijakan, pendanaan, dan pelaksanaan. Pendekatan itu menjadi landasan Program DAK TPKT 2025 yang diresmikan Menteri AHY di Dusun Karangtumpuk, Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Sabtu (1/8/2026).
Dalam peresmian tersebut, AHY didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, serta Kepala Desa Campurejo Amudi. Kehadiran unsur pemerintahan dari berbagai tingkatan mencerminkan kolaborasi yang mendasari program ini.
Program menata kawasan pesisir seluas 7,11 hektare yang dihuni sekitar 1.152 jiwa atau 288 kepala keluarga. Penanganannya mencakup pembangunan rumah layak huni sekaligus perbaikan infrastruktur lingkungan secara menyeluruh.
AHY menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada warga penerima manfaat. Ia menegaskan penataan permukiman harus melalui sinergi lintas sektor agar tercipta lingkungan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan.
“Harus semakin maju, bukan hanya semakin sejahtera, tetapi juga semakin asri. Semua itu dimulai dari rumah dan keluarga kita di seluruh wilayah Indonesia,” ujar AHY.
Campurejo menjadi contoh pembiayaan kolaboratif antara anggaran pemerintah dan dukungan CSR. Sebanyak 166 unit rumah ditangani melalui skema tersebut: 145 unit dari DAK TPKT (102 unit rumah baru, 43 unit peningkatan RTLH), dan 21 unit lainnya melalui dukungan CSR termasuk Habitat for Humanity.
Selain rumah, program juga membangun jalan berpaving, sistem drainase, jaringan air bersih, IPAL domestik, serta TPS 3R sebagai satu kesatuan penataan lingkungan.
Saat meninjau lokasi, AHY memastikan langsung berfungsinya air bersih. Ia menyebutkan perubahan di Campurejo menunjukkan hasil nyata penataan terpadu.
“Foto sebelum dan sesudahnya menunjukkan perubahan yang sangat besar. Bukan hanya rumahnya yang berubah, tetapi juga lingkungan dan fasilitas pendukungnya tertata rapi sehingga menjadi tempat tinggal yang nyaman,” katanya.
Kepala Desa Amudi menyatakan pemerintah desa akan mengoptimalkan pemeliharaan seluruh fasilitas agar manfaat program terus dirasakan masyarakat. Keterlibatan warga menjadi kunci keberlanjutan hasil pembangunan.
Jawa Timur menjadi daerah prioritas pelaksanaan DAK TPKT 2025. Selain Gresik, program serupa juga berlangsung di Lumajang, Madiun, Mojokerto, dan Pasuruan.
Peresmian di Campurejo menandai selesainya tahap pembangunan fisik. Tahap berikutnya adalah menjaga infrastruktur tetap berfungsi dan bermanfaat jangka panjang, sehingga tujuan pengentasan kawasan kumuh benar-benar berkelanjutan. (Ayyubi).
