DKV SMKN 1 Wonoasri Hadirkan Produk Agustusan, Pembelajaran Vokasi Dibawa Langsung ke Pasar

MADIUN, Media Pojok Nasional – Puluhan kaos merah yang telah dikemas rapi memenuhi lantai sebuah ruangan di SMKN 1 Wonoasri, Kabupaten Madiun. Sejumlah siswa tampak teliti melakukan proses pelipatan, pengecekan, hingga pengemasan sebelum produk dikirim kepada pemesan. Aktivitas tersebut merupakan bagian dari pembelajaran berbasis produksi (teaching factory) yang dikembangkan melalui program keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV).

Melalui akun media sosial sekolah, unit produksi Pink Design menawarkan jasa sablon DTF untuk kebutuhan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Produk yang dipasarkan berupa kaos merah-putih berbahan katun combed 20s dengan pilihan lengan pendek maupun panjang, yang dipromosikan secara langsung kepada masyarakat.

Bagi sekolah vokasi, proses tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil penjualan, tetapi juga menjadi ruang belajar yang mempertemukan peserta didik dengan alur kerja industri. Siswa terlibat mulai dari proses desain, produksi, pengemasan, hingga pemasaran digital, sehingga memperoleh pengalaman nyata yang sulit diperoleh melalui pembelajaran di dalam kelas semata.

Model pembelajaran berbasis proyek dan produksi seperti ini menjadi salah satu pendekatan yang banyak diterapkan di sekolah kejuruan untuk memperkuat kompetensi teknis sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Melalui keterlibatan langsung dalam proses produksi, peserta didik belajar mengenai standar mutu, ketepatan waktu, pelayanan kepada konsumen, serta tanggung jawab terhadap hasil pekerjaan.

Kepala SMKN 1 Wonoasri, Drs. Thaha Bauzir, M.Pd., dalam sambutan pada laman resmi sekolah menegaskan komitmen lembaga yang dipimpinnya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan vokasi melalui penguatan kompetensi keahlian, kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta pengembangan budaya sekolah yang positif. Upaya tersebut diarahkan agar lulusan memiliki daya saing, siap memasuki dunia kerja, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja kreatif, praktik pembelajaran yang menghubungkan ruang kelas dengan kebutuhan pasar menjadi salah satu indikator penting keberhasilan pendidikan vokasi. Aktivitas produksi yang dilakukan siswa SMKN 1 Wonoasri menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya membekali peserta didik dengan teori, tetapi juga memberikan pengalaman bekerja secara nyata sejak masih berada di bangku pendidikan. (Ayyubi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *