Nganjuk, Media Pojok Nasional – Ada perlombaan yang hanya menguji kemampuan. Ada pula yang menguji karakter. SIKOM PMR PMI Kabupaten Nganjuk Tahun 2026 jelas termasuk kategori kedua. Di arena itu, ketenangan lebih berharga daripada kepanikan, dan keputusan yang tepat mampu mengalahkan sekadar kecepatan.
Di tengah atmosfer kompetisi yang penuh tekanan, tim Palang Merah Remaja (PMR) SMKN 1 Bagor menunjukkan bahwa mereka datang bukan sekadar menjadi peserta. Mereka pulang membawa bukti kerja keras melalui Juara 2 Lomba Tandu Darurat dan Juara 5 Pertolongan Pertama Lapangan.
Prestasi tersebut lahir dari latihan yang disiplin, koordinasi tim yang solid, serta kemampuan mengambil keputusan dalam simulasi-simulasi yang menuntut ketepatan dan ketenangan. Di dunia kepalangmerahan, kemenangan bukan hanya tentang piala, melainkan tentang kesiapan menolong sesama ketika keadaan darurat benar-benar terjadi.
Keberhasilan ini juga mencerminkan komitmen Kepala SMKN 1 Bagor, Supriyono, dalam mendorong peserta didik berkembang tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan yang membentuk kepemimpinan, kepedulian sosial, dan jiwa kemanusiaan.
“Kami bersyukur atas capaian ini. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras para siswa, pembina, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Semoga menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus berprestasi sekaligus menumbuhkan semangat kemanusiaan, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Supriyono.
Di tengah riuhnya perlombaan, para anggota PMR SMKN 1 Bagor membuktikan bahwa semangat kemanusiaan tidak pernah kehilangan tempat. Mereka bergerak dengan disiplin, berpikir dengan tenang, dan bekerja sebagai satu kesatuan.
Prestasi di SIKOM PMI Kabupaten Nganjuk Tahun 2026 menjadi catatan membanggakan bagi SMKN 1 Bagor. Lebih dari sekadar gelar juara, capaian ini adalah pesan bahwa generasi muda yang terlatih, peduli, dan sigap akan selalu menjadi harapan ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan. (*) .
