Pacitan, Media Pojok Nasional –
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Pacitan menjalankan fungsi pembinaan dengan ritme yang tetap terjaga, meski menghadapi tantangan kapasitas. Dari daya tampung ideal 78 orang, jumlah penghuni saat ini mencapai 114 orang, terdiri atas 106 laki-laki dan 8 perempuan dengan beragam latar perkara.
Di tengah kepadatan itu, pelayanan dasar dan tata kelola kunjungan tetap berjalan tertib. Jam besuk dibagi dalam dua sesi, pukul 08.00–11.00 dan 13.00–14.00, memberi ruang interaksi yang terukur antara warga binaan dan keluarga. Skema ini menjadi salah satu penopang stabilitas psikologis penghuni.

Kepala Rutan Kelas II B Pacitan, Bambang Setiawan A.Md.IP, S.H, M.H. mengawal operasional harian dengan pendekatan yang menekankan kesinambungan pembinaan. Dalam kunjungan rombongan wartawan, petugas Wahid dan Erwan dengan ramah menerima dan memfasilitasi peliputan, memperlihatkan keterbukaan informasi di lingkungan rutan.
Upaya penguatan kapasitas juga tampak melalui keterlibatan 23 peserta magang nasional dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Program ini memberi ruang pembelajaran langsung tentang sistem pemasyarakatan sekaligus menambah dinamika kegiatan di dalam rutan.

Kondisi overkapasitas memang menjadi tantangan struktural. Namun, praktik di lapangan menunjukkan bahwa pengelolaan yang disiplin dan terbuka tetap mampu menjaga fungsi utama rutan: pembinaan. Di Pacitan, keterbatasan ruang tidak menghentikan upaya memperbaiki manusia, pelan, tetapi konsisten.
Red.
