Tuban, Media Pojok Nasional –
Momentum kelulusan kerap diwarnai euforia berlebihan. Namun, SMAN 1 Bancar memilih menegaskan arah berbeda: kelulusan harus dirayakan secara bermartabat, tertib, dan penuh kesadaran akan tanggung jawab sosial.
Kepala SMAN 1 Bancar, Sugeng Widodo, menekankan bahwa kelulusan bukan sekadar akhir perjalanan akademik, melainkan titik awal untuk melangkah lebih dewasa. Dalam imbauannya, siswa diingatkan untuk menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum maupun mencoreng nama baik sekolah.
“Kelulusan adalah capaian yang patut disyukuri, namun harus diwujudkan dengan sikap yang mencerminkan karakter dan integritas,” tegasnya.
Melalui edaran resmi, sekolah menekankan empat poin utama: tidak melakukan konvoi kendaraan, tidak berkerumun, menghindari tindakan provokatif, serta tidak melakukan corat-coret fasilitas umum maupun seragam. Langkah ini bukan sekadar aturan, tetapi bentuk pendidikan karakter yang menempatkan etika di atas euforia.
Pendekatan ini mendapat perhatian karena memadukan ketegasan dengan nilai edukatif. Sekolah tidak hanya melarang, tetapi juga mengarahkan siswa untuk mengekspresikan kebahagiaan secara positif, bermanfaat, dan tetap menjaga martabat.
Di tengah tantangan sosial yang kerap muncul saat momen kelulusan, sikap SMAN 1 Bancar menjadi cerminan bahwa institusi pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat.
Kelulusan pun diharapkan menjadi simbol keberhasilan yang utuh, bukan hanya prestasi akademik, tetapi juga kedewasaan dalam bersikap di tengah masyarakat. (*).
