Jawa Timur, Media Pojok Nasional –
Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Distrik Gresik kembali melaksanakan agenda tahunan berupa pertemuan sekaligus penyerahan santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa, Minggu, 19 Juli 2026. Kegiatan ini telah berjalan rutin selama hampir lima tahun, memadukan aksi kepedulian, silaturahmi, wisata religi, serta pemahaman sejarah.
Rombongan berangkat dari Gresik menuju Sekretariat Dewan Pimpinan Wilayah sekaligus Dewan Pimpinan Teritorial LSM GMBI Jawa Timur, beralamat di Jalan Raya Soko, Desa Semambung, Kecamatan Rejo Pandanan Agung, Kabupaten Tuban.
Menurut Ketua LSM GMBI Distrik Gresik, Muhammad Hudin, kegiatan ini memiliki tujuan ganda: berziarah ke Makam Sunan Bonang untuk meneladani sejarah penyebaran agama Islam di Jawa, serta bersilaturahmi dengan pimpinan wilayah organisasi.

Dalam kesempatan pelepasan rombongan, Hudin menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat mendampingi hingga selesai kegiatan akibat agenda penting lain yang tidak dapat ditinggalkan. “Kami serahkan sepenuhnya kepada Bu Eka untuk memimpin prosesi keberangkatan hingga kepulangan rombongan,” tegasnya.
Sesampainya di lokasi, rombongan disambut jajaran pengurus wilayah. Ketua DPW LSM GMBI Jawa Timur, Sugeng, S.P., memberikan apresiasi tinggi atas keteguhan yang ditunjukkan Distrik Gresik selama setengah dekade terakhir.
“Kami dari Dewan Pimpinan Wilayah mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kehadiran saudara-saudara dari Distrik Gresik hari ini. Kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa ini telah berjalan hampir lima tahun secara konsisten,” ujar Sugeng dalam sambutannya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kehadiran anak-anak yatim dan kaum dhuafa pada kesempatan ini bukan hanya untuk menerima bantuan. Momen ini juga menjadi sarana pengenalan struktur organisasi serta pemberian hiburan dan rekreasi bagi mereka.
Dari kegiatan ini juga terungkap bahwa kepedulian LSM GMBI Distrik Gresik tidak sekadar seremonial atau bersifat musiman. Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, organisasi ini telah mendirikan rumah singgah khusus untuk menampung dan membina anak yatim serta kaum dhuafa. Langkah tersebut telah diperkuat dengan status badan hukum resmi berupa Yayasan Rumah Singgah Anak Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa, guna menjamin pelayanan, perlindungan, dan penyaluran bantuan berjalan secara profesional dan berkelanjutan.
Setelah rangkaian penyerahan santunan dan pertemuan selesai, rombongan melanjutkan perjalanan ke lokasi utama ziarah ke Makam Sunan Bonang. Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke objek wisata alam dan religi Goa Ngerong di Tuban, sebelum seluruh peserta kembali ke Gresik di bawah pendampingan tim yang dipimpin Bu Eka.
Red.
