JAKARTA ,Media Pojok Nasional – Perwakilan kepala desa, BPD, dan perangkat desa dari sejumlah wilayah Indonesia menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo untuk menyampaikan aspirasi mengenai kebijakan dan masa depan pembangunan desa. Mereka berharap pemerintah ke depan tetap memberikan ruang bagi desa untuk tumbuh, berkembang, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Pertemuan tersebut diikuti 16 perwakilan dari sejumlah daerah, di antaranya Lampung, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Selatan. Mereka membawa aspirasi yang mencakup berbagai persoalan desa, mulai dari pembangunan, ekonomi masyarakat, pelayanan publik, pemberdayaan, hingga keberlanjutan kebijakan pembangunan desa.
Salah satu perwakilan kepala desa mengatakan, perhatian terhadap desa melalui regulasi dan kebijakan perlu terus dijaga dan diperkuat.
“Kami mencatat bahwa selama 10 tahun kepemimpinan Bapak Joko Widodo, desa mendapatkan perhatian yang kuat melalui berbagai regulasi dan kebijakan. Kebijakan tersebut memberikan ruang bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk tumbuh, berkembang, serta membangun kapasitasnya. Itulah alasan kami menyampaikan aspirasi ini kepada Bapak Joko Widodo.” jelasnya
Menurut perwakilan tersebut, desa tidak hanya berbicara mengenai pemerintahan dan administrasi. Desa merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat yang berkaitan langsung dengan aspek sosial, ekonomi, pembangunan, pelayanan publik, dan pemberdayaan.
Karena itu, mereka berharap kebijakan pemerintah terhadap desa dapat dilakukan secara konsisten dan memberikan kepastian bagi pemerintah desa maupun masyarakat dalam menjalankan pembangunan.
Para perwakilan juga menyampaikan bahwa kehadiran mereka tidak dimaksudkan semata-mata untuk membawa simbol jabatan masing-masing. Mereka ingin menyampaikan pengalaman dan aspirasi yang dirasakan langsung di tingkat desa.
“Kami diterima bukan semata-mata sebagai kepala desa, BPD, maupun perangkat desa, tetapi sebagai sahabat desa.” ungkapnya.
Dalam pandangan mereka, kesinambungan kebijakan menjadi salah satu hal penting agar program pembangunan desa yang telah berjalan dapat terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Mereka berharap pengalaman selama satu dekade pemerintahan sebelumnya dapat menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran dalam merumuskan kebijakan desa ke depan.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi perwakilan desa untuk menyampaikan secara langsung pandangan mengenai posisi desa dalam pembangunan nasional.
Dengan membawa aspirasi dari berbagai wilayah, mereka berharap pemerintah tetap menempatkan desa sebagai bagian strategis dalam pembangunan Indonesia, sekaligus memastikan masyarakat dan pemerintah desa memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh, berkembang, mandiri, dan meningkatkan kesejahteraan. (Ayyubi).
