Gresik, Media Pojok Nasional – Di tengah meningkatnya tantangan literasi politik di era digital, SMAN 1 Cerme memilih menghadirkan ruang dialog daripada sekadar ceramah. Melalui program “Bawaslu Go To School”, para siswa diajak memahami bahwa demokrasi bukan hanya tentang menggunakan hak pilih, tetapi juga tentang menjaga integritas, berpikir kritis, dan menolak segala bentuk praktik yang mencederai proses pemilu.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMAN 1 Cerme, Kabupaten Gresik, menghadirkan Rozikin, SE, Anggota Bawaslu Kabupaten Gresik, sebagai narasumber. Dalam sesi interaktif tersebut, peserta didik memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengawasan partisipatif, bahaya politik uang, serta tanggung jawab generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi.
Program ini mengusung pesan bahwa pendidikan demokrasi tidak dimulai saat seseorang telah memiliki hak pilih, melainkan sejak berada di bangku sekolah. Kesadaran tersebut dibangun melalui diskusi, tanya jawab, dan pendekatan yang mendorong siswa untuk berani berpikir kritis terhadap informasi serta berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa.
Kepala SMAN 1 Cerme, Indah Nusa Rini, menegaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan integritas, etika, dan kepedulian terhadap kehidupan demokrasi.
Melalui kolaborasi antara sekolah dan penyelenggara pemilu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter sekaligus membangun budaya demokrasi yang sehat. Pesan yang disampaikan sederhana namun mendasar: demokrasi yang kuat berawal dari warga negara yang berintegritas, dan pembentukannya dimulai dari ruang kelas.
Red.
