Ditengah Zaman Serba digital: Masih Ditemukan Masyarakat yang Hidup dengan Sistem Zaman Batu
Bangkalan, Media Pojok Nasional — Perkembangan teknologi telah mengalami lompatan besar sejak Revolusi Industri 4.0 hingga 5.0 dan yang kini mewarnai berbagai aspek kehidupan manusia. Bersamaan dengan itu, media sosial dan internet telah menjadi sarana utama dalam penyebaran informasi, memungkinkan masyarakat mengakses pengetahuan, berita, dan perkembangan dunia secara cepat serta mudah.
Namun, di tengah kemudahan tersebut, masih ditemukan fenomena sebagian masyarakat yang belum mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Akses informasi yang semakin terbuka ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan meningkatnya kesadaran untuk mencari, memahami, dan memverifikasi informasi yang tersedia. Akibatnya, tidak sedikit individu yang tertinggal dari berbagai perkembangan yang sedang berlangsung di sekitarnya.
Kondisi ini dapat digambarkan sebagai “hidup di era kecerdasan buatan dengan pola konsumsi informasi zaman batu”. Ungkapan tersebut bukan ditujukan untuk merendahkan individu tertentu, melainkan sebagai kritik sosial terhadap rendahnya pemanfaatan teknologi yang sebenarnya telah tersedia secara luas dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan teknologi, tetapi juga menyangkut budaya belajar dan rasa ingin tahu. Sebab, secanggih apa pun teknologi yang dimiliki, manfaatnya akan tetap terbatas apabila tidak diiringi dengan kemauan untuk membaca, mempelajari hal baru, dan mengikuti perkembangan zaman.
Oleh karena itu, peningkatan literasi digital perlu menjadi perhatian bersama. Melalui edukasi, sosialisasi, dan pembiasaan budaya belajar, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan arus informasi secara cerdas dan produktif, karena diera digital saat ini, tantangan terbesar bukan lagi sulitnya memperoleh informasi, melainkan kemauan untuk memanfaatkan informasi tersebut demi pengembangan diri dan kemajuan bersama.
Penulis: Anomali.
