Peringatan Haul Masyayikh Ponpes Al Muhibbin, Momentum Silaturahmi Sekaligus Membawa Berkah Melimpah Bagi Pelaku UMKM

SURABAYA Media Pojok Nasional – Perhelatan akbar Peringatan Haul Masyayikh Pondok Pesantren Al Muhibbin yang berlokasi di Tambak Langon (Branjangan), Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo, Surabaya, tak hanya menjadi ajang ziarah dan mendoakan para leluhur ulama, namun juga membawa dampak positif yang nyata bagi perekonomian warga sekitar, khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Acara yang digelar selama tiga hari berturut-turut ini, mulai 18 hingga 20 Juli 2026, diselenggarakan dalam rangka memperingati tiga momen haul sekaligus: Haul ke-70 Al Maghfirah KH Mas Muhibbin Bin Abdullah Bin Achmad Baa Syaiban, Haul ke-22 Al Maghfirah KH Mas Muhammad Nur Muhibbin, serta Haul ke-16 Al Maghfirah Ibu Hj Mariyam.

Selama rangkaian kegiatan berlangsung, area sekitar pondok pesantren disulap menjadi pusat keramaian yang dipenuhi deretan lapak pedagang. Mulai pukul 07.00 Wib hingga 22.30 Wib setiap harinya, ribuan jamaah yang datang dari berbagai penjuru Jawa Timur memadati lokasi acara. Hal ini terbukti membawa berkah luar biasa bagi para pedagang, baik yang berasal dari lingkungan Tambak Langon maupun dari luar wilayah tersebut. Hampir seluruh barang dagangan ludes diserbu pengunjung dalam waktu singkat.

Berbagai jenis barang ditawarkan di sepanjang deretan lapak, mulai dari aneka masakan dan jajanan khas, minuman segar, busana muslim, kerudung, peci, hingga mainan anak-anak. Keramaian ini membuat suasana peringatan haul terasa semakin hidup, hangat, dan penuh kebersamaan.

Ditemui awak Media Pojok Nasional (MPN), salah satu pelaku UMKM penjual aneka masakan bernama Mas Edo mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraannya. “Saya sangat senang dan gembira, benar-benar membawa berkah bagi kami. Sejak acara haul ini dibuka, dagangan saya sering kali sudah habis terjual hanya dalam hitungan jam saja,” ujar Mas Edo dengan wajah sumringah.

Senada dengan itu, Diah, pedagang lainnya, turut menyampaikan harapannya. “Semoga untuk tahun-tahun mendatang peringatan haul ini semakin ramai, semakin maju, dan tetap terjaga kebersamaannya seperti tahun-tahun sebelumnya, sehingga manfaatnya bisa terus dirasakan oleh kami para pedagang dan masyarakat luas,” tuturnya.

Kehadiran ribuan jamaah yang datang untuk mendoakan para ulama pendiri pondok secara tak langsung menggerakkan roda perekonomian warga sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa selain sebagai sarana ibadah dan silaturahmi, kegiatan keagamaan berskala besar juga mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil. (Msh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *