Data SIKD Soroti Kenaikan Kemiskinan dan Status Operasional BUMDes Desa Bajang
PONOROGO – Media Pojok Nasional
Data resmi pada Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) Kementerian Keuangan menunjukkan adanya kenaikan indikator Jumlah Penduduk Miskin (JPM) di Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, yang menjadi salah satu dasar perhitungan Dana Desa Tahun Anggaran 2025.
Dalam rincian yang dipublikasikan, Desa Bajang memperoleh Dana Desa sebesar Rp771,069 juta. Pada kolom data dasar, indikator jumlah penduduk miskin tercatat mengalami kenaikan dibanding periode sebelumnya.
Secara keilmuan, peningkatan angka kemiskinan dapat dipengaruhi berbagai faktor, seperti menurunnya daya beli masyarakat, bertambahnya keluarga rentan miskin yang masuk dalam pendataan terbaru, perubahan metode verifikasi data, maupun perlambatan aktivitas ekonomi pada sektor yang menjadi sumber penghasilan warga.
Selain itu, data penilaian kinerja desa juga menunjukkan Status Operasional BUMDes memperoleh nilai 0,00. Dalam sistem evaluasi pemerintah, nilai tersebut dapat mengindikasikan BUMDes belum tercatat memenuhi indikator operasional yang menjadi dasar penilaian, belum melakukan pelaporan sesuai periode evaluasi, atau terdapat data kelembagaan yang belum terverifikasi dalam sistem.
Meski demikian, nilai 0,00 tidak dapat langsung diartikan sebagai pelanggaran atau kegagalan pengelolaan, karena diperlukan penjelasan resmi dari pemerintah desa maupun pengelola BUMDes terkait kondisi aktual di lapangan.
Hingga berita ini ditulis, Kepala Desa Bajang, Sri Nuryati, belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi terkait kenaikan indikator kemiskinan dan status operasional BUMDes yang tercantum dalam data SIKD.
Data yang dimuat dalam berita ini bersumber dari publikasi resmi SIKD Kementerian Keuangan dan disajikan sebagai informasi kepada publik mengenai indikator yang digunakan pemerintah dalam pengelolaan dan evaluasi Dana Desa. (Ayyubi).
