GRESIK ,Media Pojok Nasional – Wakil Ketua DPRD Gresik, Mujid Riduan, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mempercepat pelaksanaan program yang telah dianggarkan dalam APBD 2026. Menurutnya, ketersediaan anggaran di kas daerah harus segera diikuti dengan percepatan realisasi kegiatan agar target pembangunan dapat dicapai sesuai jadwal.
Dalam evaluasi pelaksanaan APBD Semester I Tahun Anggaran 2026, Mujid menyampaikan hingga 30 Juni masih tersedia sekitar Rp324 miliar di kas daerah. Dana tersebut, kata dia, telah dialokasikan untuk mendukung berbagai program OPD sehingga dapat segera digunakan sesuai perencanaan.
“Ketersediaan anggaran sudah ada. Selanjutnya yang diperlukan adalah percepatan pelaksanaan program oleh masing-masing OPD,” ujar Mujid.
Ia menilai percepatan realisasi menjadi penting mengingat waktu pelaksanaan kegiatan pada semester kedua lebih singkat. Karena itu, setiap perangkat daerah didorong segera menyelesaikan proses administrasi maupun pengadaan agar pelaksanaan pekerjaan tidak menumpuk menjelang akhir tahun anggaran.
DPRD juga mencermati sejumlah komponen belanja yang realisasinya masih memerlukan percepatan, antara lain belanja modal, belanja barang dan jasa, serta hibah dan bantuan sosial. Menurut Mujid, peningkatan penyerapan anggaran pada sektor-sektor tersebut akan berpengaruh terhadap capaian program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Sejumlah proyek yang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) serta Dinas Cipta Karya, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) termasuk yang diharapkan segera memasuki tahap pelaksanaan seiring tersedianya dukungan anggaran.
Bagi DPRD, indikator keberhasilan APBD tidak hanya diukur dari besarnya dana yang tersedia, tetapi juga dari ketepatan waktu pelaksanaan program, penyelesaian pekerjaan sesuai rencana, serta manfaat yang diterima masyarakat melalui pembangunan dan layanan publik. (Ayyubi).
