PC IPNU BANGKALAN TEGASKAN DUKUNGAN PROGRAM “SATU DESA SATU SARJANA”,

PC IPNU BANGKALAN TEGASKAN DUKUNGAN PROGRAM “SATU DESA SATU SARJANA”,

Bangkalan, Media Pojok Nasional — Di tengah tantangan zaman yang menuntut lahirnya generasi unggul dari setiap pelosok desa, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Bangkalan menyambut baik dan menyatakan dukungan sepenuhnya atas gagasan besar Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui program “Satu Desa Satu Sarjana – Beasiswa untuk Generasi Desa”. Program ini kami lihat bukan hanya sebagai skema bantuan pendidikan, melainkan sebagai ikhtiar kolektif untuk memutus rantai kemiskinan struktural dan menumbuhkan harapan baru dari tanah kelahiran sendiri.

Bagi saya, Desa bukan ruang pinggiran yang tertinggal. Desa adalah rahim peradaban, tempat nilai gotong royong, kesantunan, dan kearifan lokal yang masih hidup. Ketika negara hadir melalui program beasiswa yang secara khusus menyasar putra-putri desa dari keluarga kurang mampu, maka sejatinya negara sedang menaruh kepercayaan besar bahwa masa depan Bangkalan Hebat akan ditentukan oleh anak-anak desa yang diberi kesempatan belajar setinggi-tingginya. Kami percaya, sarjana yang lahir dari desa akan memiliki kepekaan sosial yang berbeda, karena ia memahami betul denyut nadi, persoalan, sekaligus potensi yang dimiliki kampung halamannya. Tegasnya OSMAN, (Ketua PC IPNU Bangkalan).

Namun kami juga menyadari dengan jernih bahwa setiap program besar yang menyentuh hajat hidup orang banyak akan selalu diuji oleh integritas para pelaksananya. Sejarah berulang kali mengajarkan, niat baik tanpa mekanisme pengawasan yang hidup akan mudah tergelincir pada praktik-praktik yang merugikan rakyat kecil. Atas dasar kesadaran itu, IPNU Bangkalan tidak ingin hanya berdiri sebagai penonton yang bertepuk tangan. Kami ingin hadir sebagai mitra yang berpikir, mengkritisi secara konstruktif, dan bekerja bersama demi menjaga marwah program ini.

Sebagai organisasi kader yang tumbuh dari pesantren dan ranting-ranting di pelosok desa, IPNU merasa terpanggil untuk ikut mengawal jalannya program “Satu Desa Satu Sarjana” agar ia benar-benar menjadi jalan terang, bukan sekadar slogan. Pengawalan yang kami maksud adalah pengawalan yang lahir dari semangat nahdliyah: menjaga yang baik, memperbaiki yang kurang, dan menolak segala bentuk penyimpangan dengan cara yang bijak. Kami akan mengerahkan jejaring kader dari tingkat pimpinan cabang hingga ranting untuk memastikan proses seleksi berjalan objektif, bahwa penerima benar-benar mereka yang berasal dari desa, memiliki potensi, dan berasal dari keluarga yang membutuhkan uluran tangan negara, bukan mereka yang memiliki akses karena kedekatan personal atau titipan kekuasaan.

Lebih dari itu, kami ingin mendorong terbukanya ruang transparansi. Data penerima, mekanisme penyaluran bantuan, serta perkembangan akademik para penerima beasiswa seyogyanya dapat diketahui oleh masyarakat desa. Keterbukaan ini penting agar rasa keadilan tumbuh dan kepercayaan publik terjaga. Kami juga berkomitmen mengedukasi kader dan masyarakat desa bahwa menolak praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme bukanlah sikap apatis terhadap pemerintah, melainkan bentuk cinta paling jujur kepada daerah ini. Kami ingin melihat generasi sarjana yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bersih secara moral dan berani mengatakan tidak pada segala bentuk KKN.

Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan yang berani mengambil kebijakan berpihak pada desa. Kepercayaan ini harus dijawab dengan kerja nyata dan kehati-hatian bersama. Karena itu, kami membuka diri untuk berdialog, berdiskusi, dan berkolaborasi dengan pemerintah, kampus, serta seluruh elemen masyarakat dalam merawat program ini agar sampai pada tujuan akhirnya: melahirkan agen perubahan yang pulang ke desa, membangun desa, dan mengangkat harkat martabat desa.

kami juga mengajak seluruh pelajar, mahasiswa, orang tua, dan tokoh masyarakat di Bangkalan untuk mengambil bagian. Daftarkan putra-putri terbaik desa, kawal bersama prosesnya, dan jadikan “Satu Desa Satu Sarjana” sebagai bukti bahwa kemajuan tidak harus dimulai dari kota, tetapi bisa bertumbuh subur dari tanah desa Bangkalan sendiri.

Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *