
Gresik, Media Pojok Nasional
Sudah lebih dari tiga minggu berlalu sejak meninggalnya seorang bocah berusia 6 tahun yang tenggelam di Kolam Renang Wisata Jati Sewu, Bongso Wetan, Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Masyarakat pun kini mulai bertanya-tanya: sebenarnya apa kabar kelanjutan kasus ini?
Peristiwa yang sempat menyita perhatian publik itu terjadi pada hari Minggu, 17 Mei 2026 silam. Anak yang berinisial RPR, warga Kecamatan Driyorejo itu, dilaporkan kehilangan nyawa setelah mengalami kecelakaan di lokasi wisata yang terletak di Dusun Bongso Wetan, Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti tersebut. Saat itu juga polisi langsung turun ke lapangan: mendatangi tempat kejadian, memeriksa tiga orang saksi, lalu memanggil pihak pengelola untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri kelengkapan fasilitas, standar keamanan, hingga cara penanganan yang dilakukan saat keadaan darurat berlangsung.
Seiring berjalannya waktu, muncul pula informasi yang mengaitkan keberadaan Wisata Jati Sewu dengan Wongso Negoro. Ia dikenal sebagai Anggota DPRD Kabupaten Gresik sekaligus Ketua DPD Partai Golkar di daerah itu. Namun ketika dikonfirmasi, baik mengenai hubungannya dengan tempat wisata maupun kasus yang sedang diselidiki, Wongso Negoro memilih tidak menanggapi sama sekali. Ia enggan memberikan pernyataan apa pun kepada pihak yang bertanya.
Yang terasa makin menimbulkan tanda tanya, meski pada awalnya tepat setelah kejadian pertengahan Mei lalu kasus ini diberitakan secara gencar oleh berbagai media, belakangan ini justru tidak terlihat lagi adanya pemberitaan mengenai kelanjutan atau hasil penyelidikan terbaru. Peristiwa yang sempat mengundang keprihatinan banyak orang itu seolah menghilang begitu saja dari sorotan, tanpa ada kejelasan apa pun.
Hingga hari ini, belum ada keterangan resmi yang disampaikan pihak kepolisian maupun instansi terkait mengenai hasil pemeriksaan, penyebab pasti kematian anak tersebut, maupun langkah hukum apa yang akan diambil selanjutnya. Belum ada pula tanggapan terbuka dari pihak pengelola wisata maupun pihak lain yang disebut-sebut terkait kasus ini.
Masyarakat yang sempat mengikuti peristiwa ini pun masih menunggu kepastian. Mereka berharap kasus ini tidak berhenti di tengah jalan saja, agar segera terungkap seluruh fakta yang sebenarnya, dan ada kejelasan apakah ada kelalaian yang harus dipertanggungjawabkan.
Catatan: Seluruh isi berita ini disusun berdasarkan informasi yang berkembang dan laporan awal peristiwa. Penyelidikan dinyatakan masih berjalan, sehingga gambaran lengkap dan kepastian hukum baru dapat diketahui sepenuhnya setelah adanya pengumuman resmi dari pihak yang berwenang. (Ayyubi).
