AKBP Hendro Wibowo Pamit, Tegaskan Polisi Terbuka Kritik dan Berpihak pada Keamanan Bangkalan

Bangkalan, Media Pojok Nasional – Momen pamit kenal Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Wibowo, S.H., S.I.K., M.I.K berlangsung penuh kehangatan di Gedung Rato Ebhuh Bangkalan, Senin (13/01) malam.
Dalam sambutannya, AKBP Hendro menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh elemen masyarakat yang selama ini telah memberikan dukungan terhadap kinerja Polres Bangkalan.

Ia secara khusus mengapresiasi peran para pemuda Bangkalan yang dinilainya menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, terutama para pemuda andalan Bangkalan. Dukungan dan kritik yang disampaikan menjadi bagian penting dari evaluasi kami. Di era saat ini, kita semua tidak boleh alergi terhadap kritik,” ujar AKBP Hendro.

Menurutnya, keterbukaan terhadap kritik justru menjadi kekuatan institusi Polri untuk menjawab tantangan dan meningkatkan kepercayaan publik. Ia bersyukur, selama masa kepemimpinannya, Polres Bangkalan mampu mencatat berbagai pengungkapan kasus tindak pidana, mulai dari pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian dengan pemberatan (curat), hingga pencurian dengan kekerasan (curas).

AKBP Hendro mencontohkan salah satu kasus yang cukup menyita perhatian publik, yakni pencurian aset museum di lingkungan Dinas Pariwisata. Ia mengungkapkan, berkat ketekunan dan semangat penyidik, khususnya Kasat Reskrim AKP Hafid, pelaku akhirnya berhasil diamankan setelah melalui proses penyelidikan yang panjang.

“Sudah sekian hari Pak Hafid mencari pelakunya. Bahkan sempat terjadi saling tuduh. Namun setelah pelaku diamankan dan diinterogasi, ditemukan barang bukti berupa piring hasil curian dari museum tersebut. Kemampuan dan semangat Pak Hafid tidak diragukan lagi,” tuturnya.

Meski demikian, AKBP Hendro juga secara terbuka mengakui adanya pekerjaan rumah yang belum tuntas. Ia menyinggung kasus pencabulan di wilayah Kecamatan Sepulu, di mana dari total sepuluh pelaku, baru lima orang yang berhasil diamankan. Salah satu pelaku bahkan harus dijemput dari Malaysia.

“Ini menjadi ganjalan kami. Kami belum bisa keluar dari Bangkalan dengan hasil seratus persen. Semoga Pak Hafid dan tim diberikan kemudahan untuk menangkap lima pelaku lainnya,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, AKBP Hendro juga menyinggung kebijakan razia senjata tajam dan kendaraan bermotor bodong yang sempat menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut murni dilandasi niat tulus demi kebaikan dan keamanan Bangkalan.
“Kami pahami ada yang merasa kurang nyaman. Namun niat kami satu, demi Bangkalan. Bahkan kebijakan ini kami paparkan ke Polda dan kepada Pak Dirlantas. Alhamdulillah pimpinan menerima,” jelasnya.

Menutup sambutan pamitnya, AKBP Hendro menegaskan prinsip dasar penegakan hukum. Menurutnya, aparat penegak hukum adalah bagian dari struktur legal, namun ketika aturan sudah jelas, maka kesalahan tidak bisa selalu dibebankan kepada masyarakat.

“Kalau aturan sudah ada, jangan pernah salahkan masyarakat. Ini menjadi refleksi bersama bagi kita semua,” pungkasnya.

Acara pamit kenal tersebut menjadi penanda akhir masa tugas AKBP Hendro Wibowo di Bangkalan, sekaligus meninggalkan catatan kepemimpinan yang terbuka, reflektif, dan berorientasi pada kepentingan publik.
(Anam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *