Aryoko Rumaropen: Bukti Perguruan Tinggi Papua Mampu Bersaing di Panggung Akademik Internasional
Jayapura, Media Pojok Nasional – Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) bersama Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) menggelar kegiatan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sekaligus Seminar Internasional bertema Religion and Economics: A Clash of Civilizations, pada Rabu, 13 Mei 2026, di Hotel Suni Abepura, Jayapura.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, S.P., M.Eng., yang turut memberikan sambutan dan apresiasi atas kolaborasi internasional antara kedua perguruan tinggi lintas negara tersebut.

Bertindak sebagai Ketua Panitia kegiatan, Garzia Corona Utama Rumkorem, M.Sc., selaku dosen USTJ. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor USTJ, Dr. M. Rusdianto Abu, S.AP., M.Si., bersama delegasi Universitas Kebangsaan Malaysia, Profesor Abdul Ghafar Ismail dan Associate Professor Dr. Muhammad Hakimi Mohd Shafiai.
Dalam sambutannya, Aryoko Rumaropen menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam terselenggaranya kegiatan internasional tersebut.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua, saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada segenap pimpinan dan sivitas akademika Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, serta seluruh delegasi dari Universitas Kebangsaan Malaysia, atas terselenggaranya kolaborasi internasional yang sangat strategis ini,” ujar Aryoko.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa lembaga pendidikan tinggi di Tanah Papua mampu menjangkau dan bersaing di tingkat internasional.

“Ini adalah bukti lembaga pendidikan tinggi di Tanah Papua, terlebih khusus di Provinsi Papua, mampu menjangkau dan bersaing di panggung akademik internasional,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Rektor USTJ, Dr. M. Rusdianto Abu, S.AP., M.Si., memberikan motivasi kepada sivitas akademika USTJ bahwa kegiatan-kegiatan berskala internasional akan meningkatkan kualitas dan akreditasi universitas menuju predikat unggul.
Menurutnya, kolaborasi strategis antara USTJ, Pemerintah Provinsi Papua, dan mitra perguruan tinggi luar negeri akan menciptakan tatanan peradaban intelektual yang semakin maju.

Usai penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Internasional. Pada sesi pertama, Profesor Abdul Ghafar Ismail yang merupakan Profesor of Islamic Financial Economics memaparkan materi bertajuk Religion and Economics: A Clash of Civilizations. Sementara pada sesi kedua, Associate Professor Dr. Muhammad Hakimi Mohd Shafiai menyampaikan materi Halal Economy in Transition: Can Nusantara Lead Next Global Phase?
Dalam kesempatan tersebut, Aryoko Rumaropen juga menyoroti pentingnya tema seminar yang dinilai relevan dengan dinamika global saat ini.
“Saya juga ingin memberikan catatan penting terkait tema seminar yang diangkat hari ini, Religion and Economics: A Clash of Civilizations. Tema ini sangat relevan dan menantang di tengah dinamika peradaban global yang semakin kompleks. Pertanyaannya adalah bagaimana nilai-nilai agama berinteraksi dengan sistem ekonomi modern,” ungkapnya.
Seminar internasional dipandu oleh Vika Annisa Qurrata, Ph.D., selaku moderator. Peserta seminar didominasi oleh dosen dan mahasiswa dari empat program studi di Fakultas Ekonomi, Sastra, Sosial dan Politik (FESSOSPOL) USTJ, yakni Program Studi Akuntansi, Sastra Inggris, Ilmu Pemerintahan, dan Ilmu Hubungan Internasional.
Menariknya, seminar internasional tersebut menggunakan tiga bahasa sekaligus, yakni Bahasa Inggris, Bahasa Malaysia, dan Bahasa Indonesia.
Di akhir sambutannya, Aryoko Rumaropen berharap kerja sama internasional tersebut dapat terus berkembang melalui berbagai program akademik yang bermanfaat bagi dunia pendidikan maupun pemerintah daerah.
“Penyaluran ilmu pengetahuan, penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa sehingga berbagai program akademik yang saling menguntungkan pemerintah daerah maupun universitas dapat sepenuhnya mendukung dan memfasilitasi keberlanjutan kerja sama yang baik ini,” pungkasnya.
Red.
