SURABAYA, Media Pojok Nasional – Mutu pendidikan tidak hanya tercermin dari prestasi akademik, tetapi juga dari kualitas lingkungan tempat proses belajar berlangsung. Atas dasar itulah Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Surabaya–Sidoarjo, Dr. Kiswanto, S.Pd., M.Pd., melakukan peninjauan ke SMAN 18 Surabaya pada 3 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut tidak berfokus pada agenda administratif. Dr. Kiswanto memilih berjalan menyusuri setiap sudut sekolah untuk mengamati secara langsung kondisi sarana dan prasarana yang menjadi penopang kegiatan belajar mengajar.
Mulai dari taman sekolah, kebersihan lingkungan, fasilitas sanitasi, area cuci tangan, kantin sehat, hingga ruang-ruang kelas menjadi bagian dari objek peninjauan. Pendekatan itu menunjukkan bahwa kualitas layanan pendidikan dibangun melalui perhatian terhadap detail, bukan sekadar melalui laporan tertulis.
Dalam setiap langkahnya, Dr. Kiswanto tampak memastikan bahwa seluruh fasilitas berada dalam kondisi yang layak, aman, bersih, dan mampu mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat bagi peserta didik.
Peninjauan kemudian berlanjut ke ruang kelas. Di sana, ia menyapa siswa, berdialog dengan guru, serta memberikan motivasi kepada peserta didik. Kehadiran tersebut mencerminkan kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada pengawasan fisik sekolah, tetapi juga pada suasana akademik yang berlangsung di dalamnya.
Bagi dunia pendidikan, sarana dan prasarana bukan sekadar aset yang tercatat dalam daftar inventaris. Fasilitas tersebut merupakan fondasi yang memungkinkan proses pembelajaran berlangsung secara efektif, nyaman, dan aman. Karena itu, inspeksi lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan standar pelayanan pendidikan benar-benar terlaksana.
Kunjungan ke SMAN 18 Surabaya memperlihatkan sebuah pendekatan kepemimpinan yang bertumpu pada observasi langsung. Dengan melihat kondisi nyata di lapangan, seorang pemimpin memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kebutuhan sekolah dibandingkan hanya mengandalkan laporan administratif.
Pada akhirnya, mutu pendidikan dibangun melalui perhatian terhadap hal-hal mendasar yang sering kali luput dari sorotan. Dan pada kunjungan itu, Dr. Kiswanto menunjukkan bahwa memastikan kualitas pendidikan dimulai dengan melihat sendiri setiap sudut sekolah yang menjadi tempat tumbuhnya generasi penerus bangsa. (Ayyubi).
