Tuban Menjadi Titik Perhatian Nasional Warga SH Terate: Poster Aksi Damai Mengawal Keadilan Menggema di Ruang Digital

TUBAN, Media Pojok Nasional – Kabupaten Tuban kini menjadi pusat perhatian jutaan kader dan simpatisan Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) di tengah gelombang tuntutan keadilan yang kian menguat. Menyusul dugaan insiden kekerasan terhadap anggotanya, seruan tegas namun santun bertajuk “Aksi Damai Mengawal Keadilan” beredar luas di media sosial dan aplikasi pesan, sebagai pengawalan ketat terhadap proses hukum.

Peristiwa terjadi dini hari Minggu, 19 Juli 2026, usai kegiatan tasyakuran di Padepokan Cabang SH Terate Tuban. Sejumlah warga menjadi sasaran serangan di beberapa titik, tercatat 10 orang menjadi korban—termasuk seorang anak perempuan di bawah umur.

Merespons hal tersebut, kuasa hukum korban, Khoirun Nasihin, S.H., M.H., telah menyerahkan paket bukti lengkap dan terperinci kepada penyidik Polresta Tuban. Berkas mencakup dokumentasi luka, rekaman video dan CCTV, barang bukti, keterangan saksi, serta hasil visum et repertum. Pihaknya menuntut penelusuran fakta menyeluruh tanpa pandang bulu, serta pengembangan jaringan perkara jika ditemukan keterlibatan pihak lain.

Poster aksi damai menyebar pesan etika yang jelas: hadir tertib, jaga ketertiban, hormati hukum, tolak provokasi, dan sampaikan aspirasi santun. Harapannya, Polresta Tuban menangani perkara secara profesional, transparan, dan tuntas.

Rencana aksi ini akan menyampaikan aspirasi strategis: percepatan pengungkapan fakta, perlindungan mutlak bagi korban dan saksi, serta keterbukaan informasi berkala agar masyarakat tidak tertipu kabar simpang siur. Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Polresta Tuban, namun kesadaran kolektif warga terus menguat lewat jejaring digital.

Kronologi:

  • 19 Juli (Dini Hari): Dugaan serangan usai tasyakuran, 10 korban terkonfirmasi.
  • 19–20 Juli: Penyerahan bukti lengkap ke penyidik.
  • 20 Juli: Pengumuman aksi damai dan poster menyebar luas.

Saat ini seluruh mata tertuju pada penyelidikan. Kepekaan masyarakat semakin tajam, berharap kebenaran terungkap lewat mekanisme hukum yang bersih, akuntabel, dan tidak memihak. (Ayyubi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *