SURABAYA, Media Pojok Nasional – Pondok Pesantren Al Muhibbin yang berlokasi di Tambak Langon (Branjangan), Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo, Surabaya, menggelar peringatan Haul Masyayikh selama tiga hari berturut-turut, mulai Sabtu hingga Senin (18–20 Juli 2026). Acara ini digelar untuk mengenang jasa dan perjuangan tiga tokoh besar yang menjadi pendiri dan pemimpin pondok pesantren tersebut dari generasi ke generasi.
Rangkaian peringatan ini sekaligus memperingati tiga momen haul yang berbeda: Haul ke-70 Al Maghfirah KH Mas Muhibbin Bin Abdullah Bin Achmad Baa Syaiban, Haul ke-22 Almaghfurlah KH Mas Muhammad Nur Muhibbin, serta Haul ke-16 Almaghfurlaha Ibu Hj Mariyam. Selama tiga hari acara berlangsung, ribuan jamaah mulai dari kalangan ulama, habaib, tokoh masyarakat, hingga warga umum dari berbagai daerah di Jawa Timur berdatangan untuk mendoakan dan mempererat silaturahmi.

Kegiatan diawali pada Sabtu malam (18 Juli 2026) dengan suasana penuh semarak melalui perlombaan kreasi lampion dan kirab budaya yang diikuti warga sekitar serta santri pondok pesantren. Kegiatan ini menjadi sarana memupuk kreativitas sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga dalam menyambut peringatan haul.
Keesokan harinya, Minggu (19 Juli 2026), rangkaian acara dimulai sejak pagi dengan kegiatan Khotmil Qur’an Bil Ghoib yang dilaksanakan secara khidmat oleh para santri dan tokoh agama. Pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Simtudduror yang dihadiri ratusan jamaah yang datang dari berbagai penjuru.

Puncak acara digelar pada Senin (20 Juli 2026), dimulai pagi hari dengan pelaksanaan Tahlil Kubro yang terbuka untuk umum. Acara ini dihadiri oleh sejumlah ulama besar, tokoh agama, pejabat daerah, serta keluarga besar almarhum:
- KH Mas Yusuf Baa Syaiban
- KH Muchit Murtadho
- Habib Najib Al Haddad
- Habib Husein Al Haddad
- Prof. Dr. KH Achmad Muhibbin Jufri, M.Ag
- KH Musyaffa Roib (Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur)
- KH Fakhe Usman (dari Mojokerto)
- Ustadz Achmad Mubarok Bunga’ (Gresik) selaku Qori
- Serta puluhan kiai, asatidz, habaib, undangan dari berbagai wilayah Jawa Timur, perwakilan pemerintah daerah, dan masyarakat luas.
Susunan acara Tahlil Kubro berjalan dengan tertib dan khidmat: Tawasulan dipimpin langsung oleh Habib Najib Al Haddad, pembacaan ayat suci Al-Qur’an disampaikan Ustadz Achmad Mubarok, pembacaan sholawat Nabi oleh Habib Husein Al Haddad, pembacaan Surat Yasin oleh KH Mas Yusuf Baa Syaiban, pembacaan tahlil kembali dipimpin Habib Najib Al Haddad, ditutup dengan doa bersama yang dipimpin KH Muchit Murtadho didampingi KH Fakhe Usman. Rangkaian pagi itu diakhiri dengan ramah tamah dan makan bersama seluruh jamaah yang hadir.
Pada malam harinya, puncak perayaan dilanjutkan dengan penampilan Hadrah Ishari yang mengundang kelompok kesenian Islam dari se-Jawa Timur, menghadirkan nuansa religi yang penuh kehangatan dan kecintaan kepada para leluhur ulama.
Dalam acara ini turut hadir dan mengundang seluruh jamaah keluarga besar almarhum KH Mas Muhammad Nur Muhibbin, yang diwakili oleh putra-putri beliau: KH Mas Ali Jakfar Shodiq, KH Mas Sulaiman, serta Hj Mas Chic (bersama KH Mas Khotib Hasan, almarhum).
Ditemui awak media dari Media Pojok Nasional (MPN), KH Mas Sulaiman menyampaikan makna mendasar diadakannya acara haul ini. “Penyelenggaraan peringatan seperti ini adalah wujud nyata pengabdian seorang anak kepada orang tua, sekaligus cucu kepada kakeknya. Kami ingin terus merawat warisan ilmu, akhlak mulia, serta jejak perjuangan yang telah ditorehkan oleh para leluhur kami, agar bisa terus dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas hingga masa mendatang,” ujarnya.
Acara ini pun menjadi bukti keberlangsungan nilai-nilai keislaman dan persaudaraan yang terus dijaga oleh Pondok Pesantren Al Muhibbin, sekaligus menjadi momentum silaturahmi yang mempersatukan berbagai elemen masyarakat di wilayah SurabAya dan sekitarnya. (Msh)
