Gresik, Media Pojok Nasional – Di tengah tuntutan publik terhadap tata kelola pendidikan yang semakin terbuka dan akuntabel, SMAN 1 Driyorejo memilih melangkah lebih jauh daripada sekadar menyiapkan proses penerimaan murid baru. Sekolah ini membangun sebuah sistem yang tidak hanya berorientasi administratif, tetapi juga bertumpu pada integritas pelayanan dan kepercayaan masyarakat.
Melalui rangkaian Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, SMAN 1 Driyorejo memperlihatkan keseriusannya dalam menghadirkan mekanisme penerimaan siswa yang tertib, transparan, dan inklusif. Kegiatan tersebut melibatkan kepala sekolah SMP/MTs negeri dan swasta di wilayah sekitar, komite sekolah, calon wali murid, unsur masyarakat sekitar sekolah, serta siswa-siswi SMP negeri dan swasta sekitar yang menjadi calon peserta didik baru.
Sosialisasi itu juga menjangkau sejumlah lembaga pendidikan di wilayah sekitar, di antaranya SMPN 8 Gresik, SMPN 33 Gresik, serta MTs Ma’arif Randegansari Driyorejo. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pemahaman lintas sekolah terkait mekanisme penerimaan siswa baru sekaligus memastikan informasi resmi dapat diterima secara utuh oleh calon peserta didik dan wali murid.
Dipimpin langsung Kepala SMAN 1 Driyorejo, Alif Hanifah, forum koordinasi dan sosialisasi berlangsung dalam suasana dialogis namun penuh ketelitian. Di ruang pertemuan sekolah, panitia membedah setiap tahapan penerimaan secara rinci, mulai sistem zonasi, alur pelayanan, verifikasi administrasi, hingga penguatan sistem informasi berbasis digital yang akan menjadi tulang punggung pelaksanaan SPMB 2026.
Tidak ada ruang bagi improvisasi yang berpotensi menimbulkan ketidakjelasan. Seluruh prosedur disusun dengan pendekatan presisi, mengantisipasi berbagai kemungkinan kendala teknis maupun persoalan pelayanan yang kerap menjadi sorotan publik dalam proses penerimaan siswa baru.
Bagi SMAN 1 Driyorejo, SPMB bukan sekadar agenda rutin tahunan. Proses ini dipandang sebagai representasi kualitas tata kelola lembaga pendidikan sekaligus cerminan komitmen moral sekolah dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
“SPMB harus berjalan transparan, tertib, dan humanis. Masyarakat berhak memperoleh pelayanan yang jelas, cepat, dan tanpa diskriminasi. Kepercayaan publik terhadap sekolah dibangun dari proses yang jujur dan profesional,” tegas Alif Hanifah di hadapan peserta sosialisasi.
Pernyataan itu tidak berhenti sebagai slogan normatif. Sekolah menerjemahkannya melalui langkah konkret: penyempurnaan standar operasional prosedur, simulasi pelayanan secara berulang, evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan tahun sebelumnya, hingga penguatan sistem pengawasan internal agar seluruh tahapan berjalan sesuai prinsip akuntabilitas.
Yang menarik, pendekatan sosialisasi dilakukan secara terbuka dan partisipatif. Kepala sekolah SMP/MTs negeri maupun swasta sekitar dilibatkan untuk menyamakan persepsi terkait mekanisme penerimaan, sementara siswa-siswi SMP negeri dan swasta sekitar diberikan pemahaman langsung mengenai jalur masuk, persyaratan administrasi, hingga pola seleksi yang akan diterapkan. Di sisi lain, komite sekolah dan masyarakat juga diberi ruang menyampaikan pertanyaan maupun catatan kritis secara langsung.
Model komunikasi semacam ini memperlihatkan bahwa SMAN 1 Driyorejo tidak membangun layanan pendidikan yang eksklusif, melainkan pelayanan publik yang komunikatif, modern, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sekolah berupaya memastikan seluruh calon peserta didik memperoleh akses informasi yang sama tanpa sekat dan tanpa kebingungan informasi.
Dalam forum tersebut, pihak sekolah juga menekankan pentingnya literasi informasi di era digital. Masyarakat dan calon peserta didik diimbau memahami alur resmi penerimaan agar tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak valid maupun isu yang menyesatkan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kondusivitas sekaligus menciptakan proses penerimaan yang sehat dan berkeadilan.
Kesiapan yang ditunjukkan SMAN 1 Driyorejo menuai apresiasi dari berbagai pihak. Di tengah kompleksitas sistem penerimaan siswa baru yang terus berkembang, sekolah ini dinilai mampu menghadirkan wajah pendidikan publik yang tertata, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Lebih dari sekadar menyiapkan jalur masuk bagi peserta didik baru, SMAN 1 Driyorejo tengah membangun fondasi kepercayaan jangka panjang. Sebab bagi institusi pendidikan, kepercayaan publik bukan hanya modal sosial, melainkan kehormatan yang dijaga melalui kerja nyata, keterbukaan, dan konsistensi pelayanan yang berintegritas. (Ayyubi).
