Surabaya, Media Pojok Nasional – Suasana malam Kota Surabaya berubah menjadi lautan cahaya yang memukau dan penuh harapan pada Sabtu malam, 16 Mei 2025. Gelaran akbar bertajuk Spectacular Festival of Light dengan tema utama “Garden of Hope” digelar meriah dalam rangka memperingati hari jadi Kota Surabaya yang ke-733 tahun. Acara ini berhasil memikat hati ribuan warga, tak hanya dari Surabaya saja, namun juga mendatangkan pengunjung dari berbagai kota dan kabupaten se-Jawa Timur yang ingin turut serta merayakan kebanggaan kota pahlawan ini.

Kegiatan spektakuler ini dimulai perjalanannya dari ikon bersejarah kota ini, yakni kawasan Tugu Pahlawan, dan berakhir secara megah di Monumen Bambu Runcing, salah satu simbol semangat perjuangan rakyat Surabaya. Rangkaian acara resmi dibuka langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang hadir bersama jajaran pejabat daerah dan masyarakat luas untuk menyaksikan kemegahan pertunjukan cahaya yang sarat makna ini.
Dengan mengusung pesan “Garden of Hope” atau “Taman Harapan”, seluruh rangkaian pertunjukan dirancang untuk menggambarkan Surabaya sebagai kota yang terus tumbuh, berkembang, dan menjadi wadah harapan bagi seluruh warganya. Berbagai instalasi cahaya yang dibentuk menyerupai taman bunga, tanaman, dan elemen alam lainnya tersusun indah sepanjang rute perjalanan, menciptakan pemandangan yang luar biasa, cantik, dan penuh warna. Setiap sorotan cahaya tidak hanya berfungsi sebagai penghias malam, namun juga menyimbolkan semangat optimisme, persatuan, dan kemajuan yang selalu dijaga oleh masyarakat Surabaya dari masa ke masa.

Keramaian yang tercipta sepanjang jalur acara sungguh luar biasa. Ribuan penonton memadati sisi jalan mulai dari titik awal hingga akhir acara. Terlihat warga dari berbagai usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, berdatangan dengan penuh antusiasme. Tak hanya warga lokal, banyak pula rombongan tamu dari luar kota seperti Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, hingga Malang yang sengaja datang khusus untuk menyaksikan kemeriahan festival ini. Jalan-jalan utama sepanjang rute acara terasa sesak namun tetap tertib, diiringi sorak sorai dan kekaguman dari setiap orang yang hadir melihat keindahan pertunjukan cahaya yang dipersembahkan.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam sambutannya saat membuka acara menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme masyarakat yang begitu tinggi. Menurutnya, tema “Garden of Hope” dipilih bukan tanpa alasan, melainkan sebagai pengingat bahwa Surabaya adalah kota yang selalu menanam harapan baru, menumbuhkan hal-hal positif, dan terus berjuang menjadi tempat yang nyaman serta maju bagi seluruh warganya.
“Peringatan hari jadi ke-733 ini bukan sekadar perayaan usia kota, melainkan perayaan semangat kita semua. Melalui Spectacular Festival of Light ini, kita ingin tunjukkan kepada dunia bahwa Surabaya bersinar dengan harapan, persatuan, dan keindahan. Terima kasih kepada seluruh warga Surabaya dan tamu dari daerah lain yang telah hadir dan memeriahkan acara ini. Semoga semangat ‘Garden of Hope’ ini selalu hidup di hati kita semua untuk membangun kota yang lebih hebat lagi,” ujar Eri Cahyadi disambut tepuk tangan meriah para penonton.
Selain pertunjukan cahaya yang menakjubkan, acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan seni dan budaya khas Surabaya yang dikemas secara modern, menambah kemeriahan suasana malam itu. Pihak penyelenggara dan kepolisian setempat juga telah menyiapkan pengamanan serta pengaturan lalu lintas yang ketat namun luwes, demi menjaga kenyamanan dan keamanan ribuan pengunjung yang memadati lokasi acara.
Hingga acara berakhir di Monumen Bambu Runcing, suasana kegembiraan masih terasa sangat kental. Banyak pengunjung yang mengaku sangat terkesan dan menganggap gelaran ini sebagai salah satu perayaan hari jadi kota yang paling berkesan, megah, dan penuh makna dalam sejarah Surabaya. Malam itu, ribuan cahaya yang berpendar di langit Surabaya bukan hanya sekadar lampu hias, melainkan bukti nyata semangat dan harapan kota Surabaya.(Msh)
