Nganjuk, Media Pojok Nasional –
Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026), mendadak menjadi pusat perhatian nasional. Ribuan tamu undangan memadati lokasi peresmian operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diresmikan langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Di tengah deretan pejabat tinggi negara, kepala daerah, aparat keamanan, dan tokoh nasional, hadir pula Kepala Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Sutaji. Dengan gaya santai khasnya, Sutaji tampak menikmati setiap rangkaian agenda nasional tersebut.
Seragam cokelat lengkap yang dikenakannya berpadu dengan senyum lebar yang nyaris tak lepas sepanjang acara berlangsung. Dari unggahan video yang beredar di media sosial, Sutaji terlihat penuh antusias mengikuti momentum besar penguatan ekonomi desa itu.
“Memenuhi undangan Pak Prabowo Presiden RI peresmian KDMP di Nganjuk,” ujar Sutaji dalam video singkatnya.
Tak hanya hadir sebagai tamu undangan, Sutaji juga sempat mengabadikan momen bersama sejumlah pejabat penting negara. Salah satunya saat dirinya berswafoto dengan Teddy Indra Wijaya.
Suasana hangat juga terlihat ketika Sutaji berfoto bersama Zulkifli Hasan. Momen itu menjadi perhatian tersendiri karena memperlihatkan kedekatan suasana antara pejabat pusat dengan kepala desa yang hadir dari berbagai daerah.
Di balik ketatnya pengamanan dan padatnya agenda kenegaraan, acara berlangsung cair dan penuh keakraban. Para kepala desa tampak saling bercengkerama, berburu foto, hingga mengabadikan momentum bersejarah saat pemerintah pusat meluncurkan ribuan koperasi desa sebagai penggerak ekonomi rakyat.
Peresmian 1.061 KDKMP sendiri menjadi salah satu agenda strategis nasional dalam mendorong penguatan ekonomi berbasis desa. Pemerintah menempatkan koperasi sebagai instrumen utama untuk memperkuat distribusi pangan, usaha masyarakat, hingga ketahanan ekonomi lokal.
Bagi Sutaji, kehadiran di panggung nasional tersebut menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Dari Desa Sumput di Gresik, ia hadir menyaksikan langsung bagaimana desa kini ditempatkan di garis depan pembangunan nasional, bukan sekadar pelengkap, melainkan motor utama penggerak ekonomi Indonesia. (Ayyubi).
