Lamongan, Media Pojok Nasional –
Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026, Kepala SMA Negeri 1 Sukodadi, Fadli, S.Pd., M.Pd., menyampaikan refleksi mendalam mengenai hakikat pendidikan yang sesungguhnya.
Melalui pesan yang disampaikan, ia menegaskan sebuah paradigma baru yang berani membedah anggapan lama: Pendidikan bukan sekadar deretan angka di atas kertas raport.
Lebih dari sekadar nilai akademis, pendidikan sejati dimaknai sebagai proses panjang dalam mengasah karakter, memperhalus budi pekerti, dan memicu daya kreativitas yang tinggi. Hal ini menjadi kunci mutlak agar generasi muda mampu menjawab berbagai tantangan zaman yang terus berubah dengan dinamis.
Di SMA Negeri 1 Sukodadi, visi tersebut diwujudkan dalam keyakinan kuat bahwa setiap siswa adalah potensi cahaya yang unik. “Kita percaya bahwa setiap siswa adalah bintang yang sedang bersiap untuk bersinar,” ujarnya.
Filosofi pendidikan yang diusung pun berakar dari trilogi bijak Ki Hajar Dewantara: Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madyo Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Sebuah konsep kepemimpinan dan pembelajaran yang menekankan keteladanan, semangat kebersamaan, hingga dukungan penuh untuk kemandirian peserta didik.
Lebih jauh, Fadli menekankan pentingnya implementasi konsep Merdeka Belajar. Ia mengajak seluruh elemen untuk terus bergerak, berinovasi, dan mewujudkan ruang belajar yang sesungguhnya bebas, kreatif, dan humanis.
“Semangat belajar tak boleh padam, karena masa depan ada di tangan kita hari ini,” tegasnya.
Pernyataan ini bukan sekadar ucapan seremonial, melainkan sebuah manifesto pendidikan yang menunjukkan kematangan berfikir, di mana nilai humanis dan pengembangan potensi diri ditempatkan jauh lebih tinggi daripada sekadar pencapaian kuantitatif semata. (hambaAllah).
