Lamongan, Media Pojok Nasional –
Upaya memperluas akses pendidikan bagi siswa dari keluarga prasejahtera terus diwujudkan, salah satunya melalui program beasiswa yang disalurkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di SMA Negeri 1 Mantup, Kabupaten Lamongan, Selasa (11/3/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan dana zakat yang diarahkan untuk mendukung keberlanjutan pendidikan. Dalam praktiknya, zakat tidak hanya diposisikan sebagai bantuan sosial yang bersifat karitatif, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan yang dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah siswa menerima beasiswa secara simbolis. Bantuan ini ditujukan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu agar mereka dapat terus melanjutkan pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lamongan, Dr. Budi Sulistyo, yang turut hadir dalam kegiatan itu menegaskan bahwa dukungan terhadap pendidikan memiliki nilai strategis dalam pembangunan masyarakat. Menurutnya, pendidikan bukan hanya proses transfer pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kapasitas berpikir, serta kesiapan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Ia menjelaskan bahwa program beasiswa memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan proses belajar bagi siswa yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Dengan adanya dukungan tersebut, siswa memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mempertahankan prestasi akademik sekaligus mengembangkan potensi dirinya.
“Beasiswa bukan semata bantuan finansial. Di dalamnya terdapat pesan sosial bahwa setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang,” ujarnya.
Dari perspektif pendidikan, program beasiswa juga memiliki dampak psikologis yang signifikan. Selain meringankan beban ekonomi keluarga, bantuan ini mampu meningkatkan motivasi belajar serta menumbuhkan kepercayaan diri siswa dalam menempuh pendidikan.
Pihak sekolah menyambut baik penyaluran beasiswa tersebut karena dinilai memberikan kontribusi nyata bagi keberlangsungan pendidikan para siswa. Dukungan semacam ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, di mana setiap peserta didik memiliki peluang yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Penyaluran beasiswa di SMA Negeri 1 Mantup ini sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi antara lembaga filantropi, pemerintah, dan institusi pendidikan dapat menjadi langkah efektif dalam memperluas pemerataan akses pendidikan. Di tengah tantangan sosial ekonomi yang dihadapi sebagian masyarakat, inisiatif semacam ini menjadi pengingat bahwa pendidikan tetap harus dijaga sebagai ruang harapan bagi lahirnya generasi yang berpengetahuan, berkarakter, dan berdaya saing. (hambaAllah).
