Anam Ketua Pejalan Sebut Apalah Aktivis Tanpa Ansos dan Reksos

Mojokerto, Media Pojok Nasional — Asosiasi Mahasiswa Tanah Merah (Amatar) menggelar diskusi penguatan kapasitas aktivis kampus bertema “Analisa Sosial dan Rekayasa Sosial” bertempat di Villa Pink, Trawas, pada Sabtu siang, 8 November 2025. Kegiatan ini menghadirkan Syaiful Anam S.Pd, atau akrab disapa Anam, yang dalam curriculum vitainya diketahui menjabat sebagai Ketua Perkumpulan Jurnalis Bangkalan atau Pejalan.

Dalam penyampaiannya, Anam menegaskan bahwa mahasiswa perlu memiliki kemampuan membaca realitas sosial secara mendalam sebelum menyusun langkah gerakan. Ia menyebut Analisa Sosial (Ansos) sebagai pondasi penting agar gerakan tidak terjebak pada respons emosional tanpa arah.

“Analisa sosial itu membaca situasi masyarakat secara utuh. Kita memetakan siapa aktornya, bagaimana relasi kuasa bekerja, dan apa akar dari masalah yang muncul. Kalau kita tidak membaca ini dengan benar, gerakan kita mudah tersesat,” ujar Anam di hadapan peserta.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Rekayasa Sosial (Reksos) adalah tindak lanjut dari analisa tersebut, yakni merancang perubahan yang dapat diterapkan secara nyata dan terukur di masyarakat.

“Rekayasa sosial bukan sekadar kegiatan, bukan hanya seremonial foto-foto. Ia harus berangkat dari kebutuhan masyarakat dan dilakukan dengan pendekatan yang sesuai dengan kultur lokal. Tujuannya adalah perubahan yang terasa oleh segenap lapisan masyarakay,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Anam juga mengajak mahasiswa yang berasal dari Wilayah Kecamatan Tanah Merah untuk tidak melepaskan ikatan dengan kampung halaman. Ia menyampaikan bahwa Amatar memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara pengetahuan kampus dengan realitas sosial desa.

“Kita ini lahir dan besar di Kecamatan Tanah Merah. Ketika kita kuliah, kita membawa pengalaman itu. Jangan pulang hanya untuk menonton. Pulanglah membawa gagasan dan aksi. Meski dimulai dari hal kecil, langkah itu akan berarti,” tegasnya.

Diskusi berlangsung interaktif dan hangat. Mahasiswa berdialog mengenai isu pendidikan lokal, peluang ekonomi berbasis komunitas, hingga penguatan literasi mulai dari lingkungan desa.

Berkaitan dengan hal itu Royhan Ketua Amatar menyampaikan bahwa kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan pemetaan isu lapangan di beberapa dusun sebagai bahan penyusunan program kerja nyata.

Acara kemudian ditutup dengan kesepakatan menyusun rencana tindak lanjut yang akan mulai dijalankan dalam beberapa bulan ke depan di wilayah Kecamatan Tanah Merah.
(Hanif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *