Bangkalan, Media Pojok Nasional – Kepala Desa Makam Agung, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) sebagai bagian dari proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2026, sekaligus membahas penggunaan Dana Desa Tahun 2025 yang diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, pencegahan stunting, serta peningkatan layanan kesehatan masyarakat.
Kegiatan yang digelar di PosKesDes Makam Agung ini dihadiri oleh Kepala Desa Makam Agung Supriadi, Sekretaris Camat Arosbaya Sabrawi mewakili Camat, Kapolsek Arosbaya Sys Eko, perwakilan Koramil Arosbaya, perwakilan UPT Puskesmas Tongguh Bibi Hoiriyah, S.ST, perwakilan KB Arosbaya Luluk, perangkat desa, dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Supriadi menyampaikan bahwa Musrenbangdes merupakan momen penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan gagasan demi kemajuan desa. Ia menegaskan bahwa arah pembangunan Desa Makam Agung harus berlandaskan kebutuhan riil masyarakat serta sejalan dengan visi desa yang mandiri dan sejahtera.
“Pembangunan tidak bisa hanya dijalankan oleh pemerintah desa saja, tapi harus melibatkan seluruh unsur masyarakat. Saya berharap seluruh program yang diusulkan benar-benar menyentuh kebutuhan warga, terutama dalam bidang ketahanan pangan, kesehatan ibu dan anak, serta pengentasan stunting,” ujar Supriadi.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan tanggung jawab bersama dalam pengelolaan Dana Desa agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Mewakili Camat Arosbaya, Sekcam Sabrawi memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Musrenbangdes Desa Makam Agung. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menentukan prioritas pembangunan desa yang sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah.
“Musrenbangdes ini harus menjadi wadah bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk menyamakan persepsi. Pemerintah kecamatan berharap hasil musyawarah ini melahirkan program yang realistis, terukur, dan berorientasi pada kesejahteraan warga,” tutur Sabrawi.
Ia juga mengingatkan pentingnya sinkronisasi program desa dengan program kabupaten, terutama dalam bidang peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pembangunan infrastruktur desa.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Arosbaya Sys Eko menegaskan komitmen pihak kepolisian dalam mendukung setiap program pembangunan desa, terutama yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Polsek Arosbaya siap bersinergi dengan pemerintah desa untuk menjaga stabilitas keamanan dan kondusivitas wilayah. Tanpa keamanan, pembangunan tidak akan berjalan lancar. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kekompakan dan saling menghormati,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihak kepolisian akan terus berperan aktif dalam memberikan pendampingan terhadap berbagai kegiatan masyarakat, terutama yang melibatkan penggunaan dana publik agar pelaksanaannya berjalan transparan dan akuntabel.
Dalam sesi pemaparan teknis, Bibi Hoiriyah, S.ST dari UPT Puskesmas Tongguh menjelaskan berbagai program pelayanan kesehatan di Desa Makam Agung yang mencakup:
- Pelayanan kesehatan dasar pada masyarakat.
- Pelayanan bagi ibu hamil, bersalin, dan bayi.
- Pelayanan dengan pendekatan siklus hidup melalui Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) dengan 1 posyandu aktif dan 5 kader posyandu.
Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan data tahun 2025, kasus ibu hamil berisiko, bayi baru lahir bermasalah, dan stunting di Desa Makam Agung nihil.
Selain itu, pelayanan UHC (Universal Health Coverage) tetap berjalan dengan ketentuan wajib memiliki KTP domisili Bangkalan dan terdaftar di faskes wilayah kerja UPT Puskesmas Tongguh.
Usulan program kesehatan ke depan meliputi pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan) di posyandu dan bagi balita stunting, serta pemberian honor bagi kader posyandu.
Sementara itu, perwakilan dari KB Arosbaya, Luluk, menegaskan pentingnya peran program Keluarga Berencana dalam mendukung upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesejahteraan keluarga.
“KB bukan hanya soal pengaturan kelahiran, tetapi juga bagaimana menciptakan keluarga sehat dan berkualitas. Kami berharap masyarakat Desa Makam Agung terus aktif dalam program KB agar generasi yang lahir benar-benar sehat dan produktif,” ujarnya.
Melalui Musrenbangdes ini, Pemerintah Desa Makam Agung menegaskan komitmennya untuk melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, menuju Desa Makam Agung yang maju, sehat, dan mandiri.
(Hanif)
