Malang, Media Pojok Nasional –
Data PIP 2024 di SMAN 1 Dampit, Kabupaten Malang, menunjukkan ketidakwajaran signifikan. Dari total 289 siswa penerima, tercatat 127 siswa masuk melalui jalur relaksasi, mekanisme koreksi administrasi yang umumnya hanya muncul dalam jumlah kecil. Lonjakan ini menandai adanya beban perbaikan data yang tidak biasa dalam proses pendataan.
Total dana yang tersalurkan mencapai Rp470.700.000, terdiri dari Rp51.300.000 untuk pemberian, Rp190.800.000 dari aktivasi nominasi, dan Rp228.600.000 melalui relaksasi. Porsi relaksasi yang justru terbesar memunculkan sorotan atas ketertiban administratif sekolah.
Dalam praktik PIP, angka relaksasi yang tinggi biasanya mengindikasikan perlunya pembenahan pada validasi data siswa, sinkronisasi identitas, atau kelengkapan berkas. Situasi ini wajar mendapat perhatian publik karena relaksasi bukan jalur reguler.
Upaya konfirmasi kepada pihak sekolah melalui Humas Riatin dilakukan pada Senin (24/11/2025). Namun hingga berita ini diterbitkan, Ia belum memberikan penjelasan terkait tingginya angka relaksasi tersebut.
Publik menantikan klarifikasi resmi agar tata kelola PIP di SMAN 1 Dampit dapat dipahami secara transparan dan sesuai ketentuan. (hambaAllah).
