Bangkalan, Media Pojok Nasional — Aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah elemen masyarakat di depan Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Rabu (5/8/2026), tidak hanya mendapat pengamanan dari jajaran Polres Bangkalan. Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga menerjunkan puluhan personel untuk mendukung pengamanan jalannya penyampaian aspirasi masyarakat agar berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Bangkalan, Moh. Hasbullah, mengatakan pihaknya mengerahkan 30 personel dalam pengamanan aksi demonstrasi tersebut. “Satpol PP 30 orang, Mas,” ujar Moh. Hasbullah saat dikonfirmasi MPN.co.id, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, penentuan jumlah personel yang diterjunkan bukan dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan hasil analisis kebutuhan pengamanan yang mengacu pada mekanisme administrasi dan koordinasi lintas instansi.
“Terkait jumlah anggota, menyesuaikan dengan surat pemberitahuan, hasil laporan intelijen, serta koordinasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbang),” jelasnya.
Hasbullah menerangkan, keterlibatan Satpol PP dalam pengamanan aksi unjuk rasa merupakan bagian dari dukungan kepada aparat kepolisian sekaligus pelaksanaan fungsi pemerintah daerah dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban umum.
Ia menambahkan, seluruh personel yang ditugaskan telah dibekali pemahaman mengenai prosedur pengamanan aksi penyampaian pendapat di muka umum. Selain memastikan kesiapan personel, Satpol PP juga menyiapkan sarana dan prasarana pendukung serta membangun koordinasi intensif dengan Polres Bangkalan, Badan Kesbangpol, dan instansi terkait lainnya sebelum aksi berlangsung.
“Seluruh tahapan kami laksanakan melalui koordinasi lintas sektoral agar pengamanan berjalan sesuai prosedur. Tujuannya bukan hanya menjaga ketertiban, tetapi juga memastikan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat tetap terlindungi, sehingga pelaksanaan unjuk rasa berlangsung secara humanis, tertib, dan antisipatif,” ungkap Moh. Hasbullah.
Dalam pelaksanaannya, personel Satpol PP ditempatkan di sejumlah titik strategis di sekitar Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan untuk membantu pengamanan bersama personel Polres Bangkalan. Kehadiran aparat juga mengawal proses dialog antara perwakilan demonstran dengan jajaran Dinas Kesehatan sehingga penyampaian aspirasi dapat berlangsung tanpa mengganggu aktivitas pelayanan publik.
Aksi yang dipimpin Mahmudi dari LSM LIRA bersama Mathur Khusairi, mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, tersebut berakhir dalam suasana kondusif. Setelah menyampaikan tuntutan terkait dugaan pembiaran pengawasan perizinan fasilitas pelayanan kesehatan, perwakilan massa diterima untuk berdialog dengan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan.
Pengamanan terpadu yang melibatkan Polres Bangkalan dan Satpol PP Kabupaten Bangkalan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus menjamin pelaksanaan hak konstitusional masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
