PW GPMI Jatim dan DPW BIMA Jatim Dukung Abdullah Amas Maju Pilgub Jatim, Usung Visi “Jawa Timur Sing Ada Lawan”

Surabaya, Media Pojok Nasional – Bursa bakal calon Gubernur Jawa Timur mulai diramaikan dengan munculnya sejumlah nama baru. Selain nama-nama yang telah lebih dulu diperbincangkan, seperti Emil Dardak, Eri Cahyadi, dan Armudji, kini muncul sosok Abdullah Amas yang menyatakan kesiapannya ikut meramaikan kontestasi politik menuju Pemilihan Gubernur Jawa Timur.

Dukungan terhadap Abdullah Amas datang dari dua organisasi kemasyarakatan tingkat Jawa Timur, yakni Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Jawa Timur dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Barisan Insan Muda (BIMA) Jawa Timur. Kedua organisasi tersebut disebut siap menggerakkan jaringan yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Mengusung slogan “Jawa Timur Sing Ada Lawan”, Abdullah Amas menegaskan tekadnya menghadirkan semangat baru dalam membangun provinsi yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus lumbung kepemimpinan nasional.

Menurut Amas, Jawa Timur bukan sekadar wilayah administratif, melainkan daerah yang memiliki sejarah panjang tentang determinasi, kreativitas, ilmu pengetahuan, serta melahirkan banyak tokoh bangsa sejak era Mahapatih Gajah Mada hingga masa kini.

Ia mengaku optimistis mampu bersaing dengan tokoh-tokoh besar yang telah lebih dulu dikenal publik.

“Aku yo lama di dunia perpolitikan Jatim, pernah di KOSGORO 1957 sebagai mantan Kabiro Kepengurusan Himpunan Mahasiswa Kosgoro 1957 Jawa Timur,” ujar Abdullah Amas dengan logat khas Suroboyoan.

Abdullah Amas diketahui memiliki latar belakang keturunan Jawa, Madura, dan Batak. Dari garis keturunan Batak, ia menyandang marga Hasibuan.

Dalam perjalanan organisasinya, Amas pernah aktif sebagai pengurus Partai Golkar, kemudian bergabung di Barisan Muda PAN (Partai Amanat Nasional), serta pernah menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum Pimpinan Pusat Pemuda Bulan Bintang. Ia juga dikenal pernah menjadi Ketua Umum Partai Ummat Islam, partai politik yang mengikuti Pemilu 1999 dan didirikan oleh mantan Ketua Umum PB HMI, Prof. Deliar Noer.

Di bidang pembangunan, Abdullah Amas menilai Jawa Timur memiliki potensi besar, khususnya pada sektor minyak dan gas bumi (migas), yang menurutnya harus mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.

“Jawa Timur harus berjodoh dengan kesinambungan perjuangan para pemimpin Jawa Timur terdahulu,” tegasnya.

Selain menekankan pembangunan ekonomi berbasis potensi daerah, Amas juga membawa pendekatan spiritual dalam visi kepemimpinannya. Ia menyatakan, apabila mendapat amanah sebagai Gubernur Jawa Timur, salah satu program yang akan diwujudkan adalah menjalankan nilai-nilai Al-Mubasyirat Sayyid Muhammad Qasim serta memperhatikan nasihat para ulama dan kiai kampung yang menginginkan kehidupan umat menjadi lebih baik, damai, dan penuh keberkahan.

Di tengah dominasi figur-figur politik yang telah lama dikenal publik serta kuatnya patronase politik di Jawa Timur, kehadiran Abdullah Amas menawarkan warna baru. Dengan pengalaman lintas organisasi, rekam jejak politik yang panjang, serta gaya komunikasi yang membumi, ia berupaya menghadirkan alternatif bagi masyarakat dalam menyongsong Pilgub Jawa Timur mendatang.

Kontestasi menuju kursi orang nomor satu di Jawa Timur diperkirakan akan berlangsung semakin dinamis. Munculnya Abdullah Amas dengan slogan “Jawa Timur Sing Ada Lawan” menjadi salah satu dinamika baru yang diprediksi turut mewarnai peta persaingan politik di provinsi tersebut.

Anam MPN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *