Gambus Ndalem Pojok dan Ceramah Gus Panda Semarakkan Peringatan Maulid Nabi 1448 H di Masjid Al-Mubarok GBI Surabaya

SURABAYA , Media Pojok Nasional — Suasana penuh khidmat sekal semarak menyelimuti Masjid Al-Mubarok, Griya Benowo Indah (GBI) / Dreaming Laed (DL), RW 13, Kelurahan Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, Surabaya, pada Kamis, 27 Agustus 2026. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah / 2026 M digelar dengan meriah, mengangkat tema: “Mengenang kelahiran sang Nabi, Meneladani Akhlaknya, Menghidupkan Sunnahnya”.

Acara dihadiri oleh beragam tokoh dan elemen masyarakat, antara lain:

  • Ketua Yayasan Ustadz H. Udit beserta jajaran pengurus;
  • Ketua Takmir Masjid Al-Mubarok GBI/DL KH. Agus Tohir, S.Ag., S.H., M.Si. beserta seluruh pengurus takmir;
  • Penceramah kondang Gus Afifurrochman atau yang akrab disapa Gus Panda dari Surabaya;
  • Tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat;
  • Pengurus kelompok pengajian Al-Mubarokah;
  • Ketua Muslimat NU Ranting GBI/DL beserta pengurus;
  • Ibu-ibu pengajian se-kawasan GBI/DL;
  • Ketua RW 13 GBI/DL Bapak Suryanto beserta pengurus;
  • Seluruh Ketua RT 01 hingga RT 08 di lingkungan tersebut;
  • Serta ribuan jamaah dan masyarakat sekitar yang hadir dengan penuh antusias.

Kegiatan berjalan tertib dan khidmat, dengan urutan acara sebagai berikut:

-Pembukaan meriah dengan alunan musik islami
Acara dibuka secara resmi dengan penampilan spesial Gambus Ndalem Pojok (GNP) dari Surabaya. Lantunan gambus yang syahdu langsung membawakan suasana menjadi damai dan penuh keagungan, menyambut kedatangan para tamu undangan dan jamaah.

-Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an
Ustadz Abdul Wahab membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an, mengawali kegiatan dengan petunjuk dan keberkahan Ilahi.

-Sambutan Ketua Panitia & Ketua Takmir Masjid
KH. Agus Tohir, S.Ag., S.H., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih yang setulusnya kepada seluruh hadirin. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini, baik secara moril maupun materil, sehingga peringatan maulid dapat terselenggara dengan sukses.

“Saya memohon maaf apabila dalam persiapan maupun pelaksanaan terdapat kekurangan. Alhamdulillah, pembangunan Masjid Al-Mubarok saat ini telah mencapai 100 persen dan dapat kita nikmati bersama seperti malam ini. Semoga dengan selesainya pembangunan ini, jamaah semakin bertambah dalam beribadah, terlihat jika sholat subuh yang dulunya hanya beberapa orang saja, akan tetapi setelah selesai masjid dibangun jamaah sholat subuh bisa mencapai 100 orang lebih, ini menandakan semakin maju dan banyak jamaah dalam beribadah. Kepada para donatur, semoga rezekinya dilipatgandakan, umurnya dipanjangkan, dan senantiasa diberikan kesehatan,” ujarnya penuh harap.

-Sholawat Nabi
Kembali diisi dengan lantunan sholawat yang dibawakan oleh Gambus Ndalem Pojok, membuat hati hadirin terasa tergetar penuh cinta kepada Baginda Rasulullah SAW.

-Dalam
acara puncak berupa ceramah agama disampaikan oleh Gus Afifurrochman (Gus Panda). Penceramah yang dikenal gaya penyampaiannya luwes, humoris, namun sarat makin ini menguraikan secara mendalam tema acara: “Mengenang kelahiran sang Nabi, Meneladani Akhlaknya, Menghidupkan Sunnahnya”.

Dengan gaya bahasa yang mudah dipahami semua kalangan, Gus Panda mengajak jamaah untuk memperbanyak membaca sholawat serta senantiasa bersyukur atas nikmat Allah. Ceramahnya diselingi penyanyian lagu religi dengan merdu, membuat hadirin tertawa terhibur sekaligus meresapi pesan-pesan keagamaan yang disampaikan. Beliau menekankan bahwa mencintai Nabi bukan sekadar di lisan, melainkan dibuktikan dengan meneladani akhlak mulia dan menghidupkan sunnah dalam kehidupan sehari-hari.

-Acara ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Gus Afifurrochman, memohon keberkahan, keselamatan, persatuan, serta kemajuan bagi masyarakat GBI/DL, Kecamatan Pakal, hingga ke seluruh bangsa Indonesia.

Kemudian acara pembagian door prize disediakan 5 hadia yang menarik antara lain ada mexjicom, blender dan lain-lain.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bukan sekadar perayaan, melainkan momen untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga, sekaligus mengingatkan kembali akan keteladanan akhlak Rasulullah SAW. Semoga keberkahan yang dirasakan malam itu senantiasa menyertai langkah warga dalam menjaga kerukunan dan kemajuan bersama.(Msh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *