SIDOARJO, Media Pojok Nasional – Perhatian publik terhadap kondisi rumah seorang ibu janda berusia 50 tahun di Dusun Jabon, Desa Mliriprowo, Kecamatan Tarik, mendapat respons langsung dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Bupati Sidoarjo, H. Subandi bersama Camat Tarik, Pj Kepala Desa Mliriprowo, serta jajaran perangkat daerah terkait mendatangi rumah tersebut pada Senin (24/8/2026). Kunjungan ini menjadi langkah awal pemerintah untuk melihat secara langsung kondisi keluarga yang sebelumnya menjadi perhatian publik melalui pemberitaan.
Di lokasi, rombongan melihat kondisi rumah yang membutuhkan penanganan. Atap yang belum memadai, bagian dinding yang mengalami keretakan, serta kondisi lantai menjadi perhatian pemerintah.
Suasana kunjungan berlangsung sederhana dan humanis. Bupati Sidoarjo juga terlihat berbincang langsung dengan ibu dan anaknya. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk mendengar sekaligus memahami kebutuhan keluarga secara lebih dekat.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan persoalan tersebut tidak berhenti pada kunjungan. Pemkab Sidoarjo akan membantu proses perbaikan rumah agar keluarga tersebut dapat menempati hunian yang lebih layak, aman, dan sehat. Kebutuhan dasar keluarga juga akan menjadi bagian dari tindak lanjut pemerintah melalui perangkat daerah terkait.
Bupati menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab pelayanan publik.
“Kami datang untuk melihat dengan mata kepala sendiri, bukan hanya mendengar laporan. Warga adalah tanggung jawab kita bersama. Yang penting sekarang bagaimana persoalan ini segera ditindaklanjuti,” ujar Bupati.
Kunjungan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perhatian publik dan pemberitaan dapat menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk melakukan pengecekan lapangan serta memastikan kebutuhan warga mendapat penanganan.
Pemerintah daerah juga diharapkan dapat memastikan proses perbaikan berjalan sampai tuntas, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar menghasilkan perubahan nyata bagi keluarga tersebut.
Bagi keluarga ibu dan anak itu, harapannya sederhana: memiliki rumah yang aman untuk berteduh, lantai yang tidak lagi menjadi persoalan ketika hujan, serta ruang hidup yang lebih layak untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, persoalan ini tidak perlu berakhir pada perdebatan mengenai siapa yang terlambat mengetahui atau siapa yang harus disalahkan. Yang lebih penting adalah pemerintah sudah hadir, persoalan sudah dilihat secara langsung, dan langkah perbaikan telah dipastikan.
Kini publik tinggal menunggu satu hal: memastikan tindak lanjut tersebut benar-benar terwujud menjadi rumah yang layak bagi keluarga tersebut.
Pada titik itulah perhatian publik, kepedulian pemerintah, dan kerja pelayanan masyarakat menemukan tujuan yang sama, membuat kehidupan warga menjadi lebih baik.
Red. (Ayyubi).
