Bangkalan, Media Pojok Nasional — Forum Komunikasi Pemuda Bangkalan (FKPB) bersama Perkumpulan Jurnalis Bangkalan menghadirkan Camat Tanah Merah serta pejabat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam sebuah forum dialog untuk membahas dampak yang dirasakan warga akibat pelaksanaan program Instruksi Presiden (Inpres) berupa proyek peningkatan jalan ruas Tanah Merah–Jenteh dan pembangunan irigasi.
Forum diskusi yang dilaksanakan pada Kamis (15/01) siang di salahsatu caffe wilayah Kota Bangkalan ini digelar menyusul keluhan masyarakat yang menilai pelaksanaan proyek kurang profesional dan menimbulkan dampak negatif di lapangan.
Dalam keterangannya, Anam menyampaikan bahwa sebagai pemuda Tanah Merah sekaligus jurnalis, dirinya menyambut baik perhatian pemerintah terhadap wilayahnya melalui pembangunan infrastruktur jalan dan irigasi. Namun demikian, ia menyayangkan pelaksanaan proyek yang dinilai tidak optimal sehingga justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menurut Anam, keluhan warga terutama tertuju pada pihak pelaksana proyek yang dianggap kurang profesional dalam menjalankan pekerjaan, baik dari sisi teknis maupun dampak lingkungan sekitar. Kondisi tersebut, kata dia, seharusnya tidak terjadi apabila pengawasan dan pelaksanaan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Oleh karena itu, kami meminta pejabat terkait agar mengoptimalkan tugas pokok dan fungsinya masing-masing, sehingga persoalan serupa tidak terulang di kemudian hari,” tegas Anam.
Lebih lanjut, Anam berharap Camat Tanah Merah selaku wakil Bupati di tingkat kecamatan dapat menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal, termasuk memberikan teguran apabila ditemukan pelanggaran di lapangan. Selain itu, Dinas PUPR yang memahami secara teknis petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis proyek jalan dan irigasi diminta untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pihak pelaksana.
“Kami tidak ingin warga Tanah Merah menjadi korban akibat pengerjaan proyek yang tidak profesional,” pungkas Anam.
(Red)
