Dari Ruang Kelas ke Masyarakat: SMAN 1 Kembangbahu Luncurkan Mobiling Double Track Mart dan Gelar Donor Darah

Lamongan, Media Pojok Nasional – Pendidikan kerap diukur melalui capaian akademik. Namun, di tengah perubahan kebutuhan dunia kerja dan meningkatnya pentingnya keterampilan praktis, sekolah juga dituntut membangun ruang belajar yang memberi pengalaman langsung kepada peserta didik. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari kegiatan yang berlangsung di SMAN 1 Kembangbahu melalui peluncuran Mobiling Double Track Mart yang dirangkaikan dengan aksi donor darah bersama Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lamongan, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan itu dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Lamongan, Dr. Budi Sulistyo, S.Pd., M.Si., Kepala SMAN 1 Kembangbahu, Yanto Hermawan, S.Pd., jajaran guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta tamu undangan.

Peluncuran Mobiling Double Track Mart menjadi bagian dari implementasi Program Double Track yang memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan kompetensi melalui pembelajaran berbasis praktik. Sarana bergerak tersebut digunakan untuk memperkenalkan hasil karya siswa kepada masyarakat sekaligus menjadi media yang menghubungkan proses pembelajaran dengan pengalaman kewirausahaan.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Budi Sulistyo meninjau stan produk hasil karya peserta didik dan berdialog dengan guru serta siswa mengenai pelaksanaan Program Double Track di sekolah. Peninjauan itu menjadi bagian dari pembinaan terhadap pelaksanaan program yang dikembangkan di satuan pendidikan dalam wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan.

Pada waktu yang sama, kegiatan donor darah berlangsung bekerja sama dengan PMI Kabupaten Lamongan. Guru, tenaga kependidikan, dan peserta yang memenuhi persyaratan mengikuti proses donor sesuai prosedur yang ditetapkan. Tak hanya memantau, Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Dr. Budi Sulistyo, turut serta terlihat ikut mendonorkan darahnya dalam kegiatan sosial tersebut. Darah yang terkumpul menjadi bagian dari upaya mendukung ketersediaan stok darah untuk kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

Kepala SMAN 1 Kembangbahu, Yanto Hermawan, S.Pd., menjelaskan bahwa Mobiling Double Track Mart disiapkan sebagai media implementasi pembelajaran berbasis keterampilan agar peserta didik memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan dunia usaha. Sementara kegiatan donor darah merupakan bentuk kolaborasi sekolah dengan PMI dalam pelaksanaan kegiatan sosial.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan dua pendekatan yang berjalan berdampingan. Di satu sisi, sekolah memperluas ruang belajar melalui pengalaman praktik yang memungkinkan peserta didik mengenalkan hasil karyanya kepada masyarakat. Di sisi lain, kegiatan donor darah menghadirkan ruang partisipasi sosial yang melibatkan warga sekolah dalam upaya mendukung pelayanan kemanusiaan.

Di tengah perubahan yang menuntut pendidikan semakin adaptif, kegiatan di SMAN 1 Kembangbahu menunjukkan bagaimana pembelajaran dapat bergerak melampaui batas ruang kelas. Kompetensi yang dibangun melalui praktik dan kepedulian yang diwujudkan melalui aksi sosial menjadi dua unsur yang saling melengkapi dalam proses pendidikan, menghadirkan pengalaman belajar yang terhubung dengan kebutuhan masyarakat tanpa meninggalkan fungsi utama sekolah sebagai tempat membangun pengetahuan dan karakter. (Ayyubi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *