GRESIK, Media Pojok Nasional – Menjelang malam 1 Suro yang bertepatan dengan 1 Muharram, masa yang biasanya dipenuhi beragam tradisi dan kegiatan keagamaan di Kabupaten Gresik, DPC Persaudaraan Kepala Desa Indonesia mengedarkan imbauan resmi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Pesan ini ditujukan bagi seluruh lapisan warga agar menjadikan pergantian tahun Jawa dan Hijriah ini momen merawat persaudaraan, bukan memicu gesekan antarkelompok.
Dalam materi yang disebarkan, tercantum lima pokok pesan utama. Warga diminta menjaga kerukunan di tengah perbedaan yang ada, serta menghormati setiap kegiatan tradisi, budaya, maupun organisasi yang berjalan di lingkungan masing‑masing. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang kebenarannya belum teruji. Di tengah derasnya arus informasi saat ini, sikap kritis dinilai penting agar kesalahpahaman tidak merusak suasana damai saat warga menjalankan tradisi masing‑masing.
Selain itu, warga diajak mengutamakan komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap perselisihan. Kepedulian terhadap lingkungan juga ditingkatkan: sistem keamanan lingkungan diminta diaktifkan kembali, dan setiap potensi gangguan ketertiban segera dilaporkan kepada pihak berwenang.
“Guyub rukun, saling menghormati, dan menjaga keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” bunyi penutup imbauan tersebut. Seruan ini berharap peringatan 1 Suro tidak hanya menjadi perayaan budaya, melainkan momen introspeksi diri sekaligus pengikat persatuan demi terciptanya Gresik yang aman, damai, dan harmonis. (Ayyubi).
