Perempatfinal Hingga Final Digelar di UWP: Sekolah Menengah Terbaik Surabaya Siap Adu Gagasan

Surabaya, Media Pojok Nasional – Pusat Prestasi Nasional kembali menggelar ajang tahunan Lomba Debat Indonesia yang diperuntukkan bagi siswa jenjang SMA/SMK/MA. Tahun ini, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMA Kota Surabaya mendapat amanah beruntun dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo untuk menyelenggarakan Lomba Debat Indonesia cabang Bahasa Indonesia. Ajang ini digelar secara blended, menggabungkan babak daring dan luring, serta diikuti oleh 115 siswa yang tergabung dalam 38 tim dari berbagai SMA/SMK/MA negeri dan swasta se-Kota Surabaya.

Universitas Wijaya Putra (UWP) dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan babak perempatfinal, semifinal, hingga final Lomba Debat Indonesia cabang Bahasa Indonesia tingkat Kota Surabaya. Ajang yang digelar Sabtu 16 Mei 2026 ini menjadi bukti nyata komitmen UWP dalam mendorong budaya berpikir kritis, argumentasi berbasis data, dan kepedulian sosial melalui kegiatan akademik generasi muda.

Babak luring yang berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga selesai di Kampus UWP ini diikuti oleh 8 tim terbaik hasil seleksi babak daring yang sebelumnya diikuti oleh 38 tim atau 115 siswa dari berbagai SMA/SMK/MA negeri dan swasta se-Surabaya.

Acara dibuka dengan sambutan penuh semangat oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UWP, Dr. Esa Wahyu Endarti, M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa UWP tidak hanya menjadi tempat bertanding, tetapi juga ruang tumbuh bagi generasi sociopreneur muda.

“Visi UWP tahun 2030 adalah menjadi universitas terkemuka dalam pengembangan sociopreneurship berbasis riset. Apa hubungannya dengan lomba debat? Sangat erat. Debat melatih mahasiswa dan siswa untuk riset, berpikir solutif, serta menyuarakan perubahan sosial. Itulah inti dari sociopreneurship: menciptakan dampak sosial melalui penalaran dan inovasi,” ujar Esa Wahyu di hadapan para peserta, juri, dan guru pendamping.
Ia juga menambahkan bahwa UWP secara konsisten membuka ruang bagi kegiatan kepemimpinan intelektual sejak jenjang sekolah menengah. “Kami ingin sejak dini para siswa terbiasa dengan riset dan solusi berkelanjutan. UWP adalah rumah bagi sociopreneur masa depan,” tegasnya.

Puncak acara, babak final, mempertemukan dua tim terbaik yang tidak hanya memperebutkan gelar juara pertama dan kedua, tetapi juga menjadi ajang finalisasi penentuan tiga pembicara terbaik se-Kota Surabaya.
Juara debat bahasa Indonesia untuk Juara 1 diraih SMAN 5 Surabaya, Juara 2 diraih SMAK St Louis 1 Surabaya, dan Juara 3 diraih SMAK St Louis 2 Surabaya.
Untuk Juara pembicara terbaik Juara 1 diraih oleh Viktoria (SMAK St Louis 1 Surabaya), Juara 2 oleh Dayana Aleashafa (SMA Negeri 5 Surabaya), dan Juara 3 oleh Xavier Akbar (SMAN 16 Surabaya.

Suasana di kampus UWP terlihat semarak dengan dukungan dari masing-masing pendukung sekolah.
Para dewan juri yang terdiri atas tim ahli dan praktisi menilai bahwa level argumentasi peserta tahun ini mengalami peningkatan signifikan, terutama dalam aspek riset dan solusi terhadap masalah sosial dan ekonomi di masyarakat menjadi indikasi bahwa nilai-nilai sociopreneurship mulai meresap dalam budaya debat pelajar Surabaya.

Sementara itu, Kepala MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Surabaya, Miftahul Huda, M.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada UWP. “Kami berterima kasih karena UWP tidak hanya menyediakan fasilitas kelas dunia, tetapi juga menghidupkan semangat debat yang kritis dan sekaligus solutif,” ungkapnya.

Dengan terselenggaranya babak final secara meriah di UWP, ajang Lomba Debat Indonesia tahun ini tidak hanya melahirkan juara dan pembicara terbaik, tetapi juga mengukuhkan UWP sebagai ekosistem strategis bagi tumbuhnya generasi sociopreneur muda berbasis riset. Tiga pembicara terbaik yang terpilih nantinya akan melanjutkan perjuangan membawa nama Kota Surabaya ke tingkat Provinsi Jawa Timur.

Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *