Jombang, Media Pojok Nasional –
Sejumlah bagian tembok penahan tanah (TPT) dan paving di Desa Sambirejo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, tampak mengalami kerusakan dalam waktu relatif singkat. Selasa (21/42/2026) Informasi lapangan menyebut pekerjaan tersebut dikerjakan sekitar November 2025.
Di sisi saluran, terlihat retak, penurunan, serta pergeseran pada struktur TPT. Pada beberapa titik muncul rongga di belakang dinding dan indikasi pengikisan di bagian dasar. Pada badan jalan, permukaan paving tidak lagi seragam, dengan celah yang mulai terbuka di sejumlah titik.
Dalam perspektif teknik sipil, gejala tersebut umumnya berkaitan dengan beberapa aspek kunci. Pengendalian Tekanan tanah lateral menjadi salah satu faktor utama, terutama bila aliran air di belakang dinding tidak terkelola melalui sistem drainase yang memadai. Stabilitas pondasi terhadap potensi pengikisan (scouring), mutu material, serta metode pelaksanaan dan pemadatan lapisan dasar juga berpengaruh terhadap ketahanan struktur.
Dikonfirmasi Selasa (21/4/2026), Kepala Desa Sambirejo, Zainul Arifin, memberikan tanggapan singkat.
“Kata siapa,” ujarnya. Ia juga menambahkan, “Bulan 11 deres derese udan, Kok sok tau gitu ya, Terserah kamu lah, Tanya inspektorat aja ya.” ketusnya.
Secara umum, dalam praktik pembangunan infrastruktur, kondisi kerusakan dini menjadi dasar dilakukannya pengujian lebih lanjut, baik secara teknis maupun administratif. Pemeriksaan lapangan, pengujian mutu material, serta penelaahan dokumen perencanaan dan pelaksanaan diperlukan untuk memastikan kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi.
Hasil evaluasi tersebut sekaligus menjadi rujukan dalam menentukan langkah perbaikan dan pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku. (hambaAllah).
