Gotong Royong Tetap Menjadi Ruang Kebersamaan Warga Kedungrejo
BOJONEGORO – Media Pojok Nasional
Semangat gotong royong masih menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Desa Kedungrejo, Kecamatan Kedungadem.
Hal itu terlihat dalam pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) 2026 yang digelar pemerintah desa bersama warga beberapa waktu lalu.
Kegiatan yang diikuti perangkat desa, lembaga kemasyarakatan, dan masyarakat tersebut berlangsung dengan melibatkan partisipasi warga dalam berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.
Kepala Desa Kedungrejo, Jaselan, turut hadir bersama masyarakat dalam kegiatan tersebut.
Di tengah perubahan sosial yang terus berkembang, gotong royong masih menjadi salah satu tradisi yang bertahan di lingkungan pedesaan.
Selain menjadi sarana menyelesaikan pekerjaan bersama, kegiatan semacam ini juga menjadi ruang pertemuan warga untuk memperkuat hubungan sosial dan menjaga kebersamaan.
Pelaksanaan BBGRM di Kedungrejo menjadi bagian dari upaya memelihara nilai‑nilai yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat.
Keterlibatan berbagai unsur masyarakat menunjukkan bahwa budaya kerja bersama masih memiliki tempat dalam kehidupan sehari‑hari warga desa.
Bagi masyarakat pedesaan, gotong royong tidak hanya berkaitan dengan kegiatan fisik, tetapi juga mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial di sekitarnya.
Karena itu, kegiatan yang melibatkan partisipasi warga secara langsung masih terus dipertahankan dan menjadi bagian dari dinamika masyarakat desa.
Kepala Desa Jaselan menyebut keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan desa menjadi salah satu modal penting dalam menjaga kebersamaan warga.
Menurutnya, ruang‑ruang kebersamaan perlu terus dirawat agar hubungan sosial yang telah terbangun dapat tetap terjaga.
Melalui BBGRM 2026, Pemerintah Desa Kedungrejo kembali menghadirkan momentum kebersamaan yang mempertemukan warga dalam satu kegiatan bersama.
Di tengah berbagai perubahan yang terjadi, semangat gotong royong tetap menjadi nilai yang relevan dan terus hidup dalam kehidupan masyarakat desa. (Ayyubi).
