Gresik, Media Pojok Nasional –
Panggung sepak bola lokal kembali memanggil para pecinta olahraga. Trofeo Ramadhan SL Legend 26 akhirnya tiba di partai final, mempertemukan Menganti Allstar melawan Benjeng Allstar dalam duel yang dipastikan menyita perhatian publik.
Laga puncak ini akan digelar Minggu, 8 Maret 2026 pukul 15.00 WIB di Waduk Stadion Slempit. Bagi penggemar sepak bola, ini bukan pertandingan yang cukup didengar kabarnya, ini pertandingan yang harus disaksikan langsung dari tribun.
Turnamen ini menjadi bukti bahwa kompetisi sepak bola daerah memiliki energi besar. Dari lapangan-lapangan lokal seperti inilah gairah sepak bola tumbuh, membentuk komunitas, serta menjaga denyut olahraga tetap hidup hingga ke akar rumput, sebuah semangat yang layak mendapat perhatian dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Daya tarik lain datang dari kemungkinan turunnya Kepala Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng, Imam Shofwan, yang akrab dipanggil Lurah Iwan, untuk memperkuat Benjeng Allstar. Meski tak lagi muda, Lurah Iwan dikenal aktif dalam berbagai turnamen dan laga eksebisi, menjadikan kehadirannya selalu dinanti oleh penonton.
Karena itu, bagi siapa pun yang mengaku pecinta sepak bola, final ini adalah momen yang tak layak dilewatkan. Datanglah, rasakan langsung atmosfer pertandingan, dan jadilah bagian dari laga yang akan dikenang dalam perjalanan Trofeo Ramadhan SL Legend 26.
Minggu sore, arahkan langkah ke Waduk Stadion Slempit, karena pertandingan besar selalu lebih terasa ketika disaksikan langsung.
Berita ini juga disusun bukan sekadar sebagai laporan pertandingan, tetapi sebagai tinta sejarah yang merekam semangat kebersamaan di lapangan hijau. Boleh jadi tiga atau lima tahun ke depan, sebagian pemain sudah menempuh jalan hidup masing-masing, mungkin tidak lagi sering berkomunikasi. Namun jejak kebersamaan hari ini tetap kami tuliskan, agar suatu saat dapat dibaca kembali, menjadi kenangan yang hidup bagi para pelaku pertandingan, bahkan bagi anak cucu yang kelak ingin mengetahui bagaimana semangat sepak bola pernah menyatukan generasi mereka. (hambaAllah).
