
MAGETAN, Media Pojok Nasional
Bukan sekolah militer, bukan pula akademi kepolisian. Namun, dari ruang-ruang kelas SMA Negeri 1 Maospati, Kabupaten Magetan, sejumlah alumninya berhasil meniti karier hingga menyandang pangkat jenderal TNI dan Polri. Puluhan tahun setelah meninggalkan bangku sekolah, mereka kembali ke almamater yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Sepanjang September hingga November 2026, sekolah yang dipimpin Suroso, S.Pd., M.Pd. itu menerima kunjungan sejumlah alumni dari jajaran perwira tinggi dan menengah TNI-Polri. Pertemuan lintas generasi tersebut menjadi bagian dari SMANTI Calling, program yang mengajak warga SMANTI, termasuk para alumni, untuk kembali menjalin hubungan dan memberikan kontribusi kepada almamater.
Pada 27 September 2026, tiga nama hadir dalam kegiatan ikatan alumni. Mereka adalah Letjen TNI Dr. H. Totok Imam Santoso, alumnus 1986; Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Puja Laksana, M.Hum., alumnus 1986; serta Kombes Pol. (Purn.) Dr. Kurnia Wijaya, S.H., M.H., alumnus 1987 yang juga menjabat Ketua Ikatan Alumni SMANTI.
Ketiganya berasal dari dua angkatan berbeda. Setelah menamatkan pendidikan di Maospati, perjalanan karier membawa mereka ke lingkungan TNI dan Polri hingga mencapai jenjang kepangkatan masing-masing.
Rangkaian kunjungan berlanjut pada 2 November 2026. AKBP Bagas Sancoyoning Aji, S.I.K., M.M., alumnus 2004 yang menjabat Kapolres Magetan, kembali ke sekolahnya untuk memimpin Apel Satgas Pre-Emptive Strike Polisi Jogo Sekolah sekaligus bersilaturahmi dengan keluarga besar SMAN 1 Maospati.
Belum genap sepekan, tepatnya 6 November 2026, almamater tersebut kembali kedatangan alumninya. Kolonel Pnb Hendry Yulavitra Yustianto, alumnus 2001 yang menjabat Kepala Dinas Operasi Lanud Iswahjudi, hadir bersama jajaran penerbang TNI Angkatan Udara.
Kali ini, kunjungan berlangsung dalam kegiatan pelatihan motivasi bagi siswa kelas XII. Para pelajar mendapat kesempatan mengikuti kegiatan bersama alumni yang telah menempuh karier di lingkungan penerbangan militer.
Lima alumni dari empat angkatan, dua di antaranya berpangkat jenderal. Catatan tersebut memperlihatkan perjalanan lulusan SMAN 1 Maospati yang kini maupun sebelumnya mengemban tugas di berbagai jenjang kepemimpinan militer dan kepolisian.
Di bawah kepemimpinan Suroso, program SMANTI Calling menjadi wadah pertemuan antara sekolah dan para alumninya. Kegiatan yang terdokumentasi tidak terbatas pada silaturahmi, tetapi juga mencakup pembinaan kepolisian serta pemberian motivasi kepada peserta didik.
Melalui akun Instagram resmi @smanti_official, sekolah memublikasikan rangkaian kegiatan tersebut dengan mengusung semangat Jejak Alumni, Inspirasi Lintas Generasi.
Dari angkatan 1986 hingga 2004, para alumni itu menempuh perjalanan karier yang berbeda. Ada yang mencapai pangkat letnan jenderal TNI, brigadir jenderal polisi, komisaris besar polisi, hingga menduduki jabatan di lingkungan TNI Angkatan Udara dan kepolisian daerah.
Kini, mereka kembali ke Maospati. Tempat yang dahulu mempertemukan mereka dengan pelajaran, guru, dan teman sebaya, kembali menjadi titik pertemuan dengan generasi penerus.
Pangkat dan jabatan mereka berbeda. Namun, satu identitas tetap sama: alumni SMA Negeri 1 Maospati. (Ayyubi).
