Dari Botol Minum hingga Pesan Kejujuran di SMPN 2 Purwoasri

KEDIRI, Media Pojok Nasional
Belajar tentang kejujuran, mengurangi sampah plastik, hingga mengenal budaya daerah tidak selalu harus melalui buku pelajaran. Di SMP Negeri 2 Purwoasri, Kabupaten Kediri, berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari keseharian sekolah sepanjang 2026.

Sekolah yang dipimpin Siswantoro, S.Pd., ini memiliki sejumlah agenda yang berkaitan dengan pendidikan karakter, lingkungan, kebangsaan, serta hubungan antara sekolah dan keluarga.

Salah satunya melalui kampanye Duta Antikorupsi bertajuk Dari Kesadaran ke Aksi yang dipublikasikan melalui Instagram sekolah. Pesannya sederhana: membiasakan kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan keberanian menolak korupsi sejak usia sekolah.

Peran keluarga juga mendapat tempat. Melalui publikasi 2 November 2026, sekolah memperkenalkan kegiatan parenting yang mempertemukan orang tua dengan pihak sekolah. Agenda tersebut mengangkat pentingnya kerja sama dalam mendampingi pendidikan dan perkembangan anak.

Sementara itu, peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026 diisi dengan upacara yang mengangkat nilai persatuan, penghargaan terhadap perbedaan, dan penggunaan teknologi secara bijak.

Ada pula Mata Air Spurda (MAS), fasilitas pengisian ulang air minum yang diperkenalkan pada Oktober 2026. Melalui program pendukung Adiwiyata ini, siswa diajak membawa botol minum sendiri untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai.

Dari bidang literasi, Anggun Agustina Putri, siswi kelas IX, mencatat prestasi sebagai Juara I Lomba Literasi Aksara Jawa tingkat SMP se-Kabupaten Kediri yang diselenggarakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Jawa.

Beragam kegiatan itu menyentuh sisi pendidikan yang berbeda. Ada pembiasaan menjaga lingkungan, pengenalan nilai integritas, penguatan hubungan keluarga dan sekolah, serta ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan.

Di SMPN 2 Purwoasri, catatan pendidikan tersebut hadir melalui hal-hal yang dekat dengan kehidupan siswa: botol minum yang digunakan kembali, pesan tentang kejujuran, pertemuan dengan orang tua, dan aksara Jawa yang tetap dipelajari generasi muda. (Ayyubi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *