Mayat Pedagang Keliling Ditemukan di TPS Babat Jerawat Surabaya, Diduga Meninggal Akibat Penyakit Jantung

Mayat Pedagang Keliling Ditemukan di TPS Babat Jerawat Surabaya, Diduga Meninggal Akibat Penyakit Jantung

SURABAYA , Media Pojok Nasional – Sebuah penemuan mayat menggemparkan warga kawasan Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, Surabaya pada hari Minggu, 24 Mei 2026. Seorang pria berinisial Suyono (45 tahun) ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tergeletak di area Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Babat Jerawat, tepatnya di Jalan Pondok Benowo Indah Nomor 1, Kelurahan Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, Surabaya, sekitar pukul 14.17 WIB.

Berdasarkan identitas yang berhasil dihimpun, almarhum Suyono merupakan warga asli Dusun Banaran RT 04 RW 04, Kelurahan Kedung Banteng, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Ia diketahui sehari-hari bekerja sebagai pedagang keliling yang biasa berjualan di kawasan depan Indomaret Pondok Benowo Indah (PBI), tak jauh dari lokasi penemuan jenazah

Informasi awal diterima dari salah satu warga sekitar yang mengenal almarhum. Warga tersebut menyebutkan bahwa biasanya setiap hari Suyono terlihat aktif berkeliling menjajakan dagangannya di sepanjang jalan utama kawasan Pondok Benowo Indah, terutama di depan Indomaret yang menjadi titik keramaian warga setempat.

Pada hari kejadian, warga tersebut tidak melihat keberadaan Suyono seperti biasa. Penasaran, ia berkeliling mencari keberadaan pedagang tersebut hingga akhirnya mendapati sosok yang dikenalnya itu sudah tergeletak diam di dalam area TPS Babat Jerawat. Setelah didekati dan diperiksa, warga tersebut menyadari bahwa Suyono sudah tidak bernyawa, lalu segera melaporkan kejadian ini kepada petugas keamanan lingkungan dan pihak berwajib.

“Biasanya jam segini beliau sudah lewat di sini bawa dagangan. Hari ini kok tidak kelihatan, saya cari ke arah sana, eh ketemu sudah tergeletak di dalam sana. Saya panggil tidak jawab, saya cek napas sudah tidak ada, langsung saya lapor,” ungkap saksi penemu yang enggan disebutkan namanya

Berdasarkan keterangan dari rekan sejawat dan warga yang mengenal almarhum, Suyono diketahui memiliki riwayat penyakit jantung yang sudah dideritanya cukup lama. Ia kerap mengeluh rasa tidak nyaman di dada saat beraktivitas berat, namun tetap terus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya di Blitar.

Berdasarkan kondisi fisik jenazah saat ditemukan dan tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan atau luka di sekujur tubuh, pihak kepolisian sementara menduga almarhum meninggal dunia secara mendadak akibat serangan jantung kambuh saat sedang berada di lokasi tersebut. Kemungkinan besar ia merasa sakit mendadak lalu beristirahat sejenak di area TPS, namun nyawanya tidak tertolong.

Petugas dari Polsek Pakal segera tiba di lokasi setelah menerima laporan sekitar pukul 14.30 WIB. Tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan tidak ada unsur pidana di balik kematian tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan barang bukti yang mengarah pada tindak kejahatan, perkelahian, atau kecelakaan.

“Dari pemeriksaan awal, tidak ada tanda-tanda kekerasan, tidak ada luka lebam atau tusukan. Berdasarkan keterangan warga dan riwayat kesehatan yang diketahui, sementara kami menduga meninggal karena penyakit yang dideritanya, serangan jantung,” jelas salah satu anggota kepolisian yang bertugas di lokasi.

Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai, jenazah Suyono kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut sekaligus pengurusan jenazah sebelum diserahkan kepada keluarga yang berasal dari Blitar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan keluarga almarhum untuk memastikan proses pemulangan jenazah ke kampung halaman berjalan lancar. Kasus ini masih dalam penyelidikan lanjut untuk memastikan kebenaran penyebab kematian secara resmi.

Warga sekitar berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis agar tetap menjaga kesehatan dan tidak memaksa (msh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *