Sedekah Bumi Ketangi Jadi Ruang Dialog, Samudi Sampaikan Syukur Perbaikan Jalan dan Tegaskan Layanan Mobil Siaga Tanpa Pungutan

BOJONEGORO, Media Pojok Nasional
Warga Dusun Ketangi, Desa Kepohkidul, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, menggelar tradisi Sedekah Bumi, Selasa (7/7/2026). Tradisi tahunan tersebut menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil bumi sekaligus momentum mempererat kebersamaan melalui doa bersama dan pagelaran kesenian tradisional.

Rangkaian kegiatan berlangsung sejak siang hingga malam dengan menampilkan kesenian Langen Tayub Margo Laras. Di sela‑sela kegiatan, Pemerintah Desa Kepohkidul memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan perkembangan pembangunan dan pelayanan publik kepada masyarakat.

Di hadapan warga, Kepala Desa Kepohkidul Samudi menyampaikan rasa syukur atas mulai terealisasinya pembangunan infrastruktur jalan di wilayahnya. Menurut dia, sejumlah ruas jalan yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat mulai diperbaiki secara bertahap pada masa pemerintahan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah.

“Alhamdulillah, begitu bupatinya sekarang Mas Wahono dan Mbak Nurul, jalan sudah diperbaiki meski belum semuanya. Semoga tahun depan bisa meneruskan pembangunannya,” ujar Samudi.

Ia mengatakan pembangunan jalan tersebut diharapkan dapat terus berlanjut sehingga akses masyarakat, baik untuk aktivitas ekonomi, pertanian, pendidikan, maupun pelayanan publik, semakin baik.

Selain pembangunan jalan, Samudi juga menyampaikan bahwa Desa Kepohkidul telah menerima bantuan satu unit mobil siaga desa dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Kendaraan tersebut digunakan untuk mendukung pelayanan masyarakat, terutama bagi warga yang membutuhkan transportasi dalam keadaan darurat maupun keperluan sosial.

Dalam kesempatan itu, Samudi secara langsung membuka ruang dialog dengan masyarakat terkait pelayanan mobil siaga desa. Ia meminta warga menyampaikan keluh kesah maupun pengalaman selama memanfaatkan fasilitas tersebut, termasuk apabila masih ditemukan adanya permintaan biaya oleh pengemudi.

“Sudah saya pesan kepada sopir. Mobil itu bantuan dari Pemerintah Kabupaten, sopir juga sudah dibayar, bensin juga sudah dibelikan oleh desa. Kalau masih diminta uang sama sopir, silakan langsung mengadu kepada saya. Lewat WhatsApp juga bisa,” kata Samudi.

Ia menegaskan seluruh biaya operasional mobil siaga telah disiapkan pemerintah desa sehingga pelayanan kepada masyarakat harus diberikan sesuai ketentuan tanpa pungutan. Menurutnya, setiap laporan dari masyarakat akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan publik di tingkat desa.

Tradisi Sedekah Bumi di Dusun Ketangi setiap tahun menjadi agenda budaya masyarakat sebagai wujud rasa syukur atas hasil bumi sekaligus mempererat hubungan sosial antarmasyarakat. (Ayyubi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *