KEDIRI, Media Pojok Nasional –
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri menggelar rangkaian kegiatan terpadu sepanjang 29 Juni hingga 6 Juli 2026. Agenda tersebut mencakup pembinaan aparatur, penguatan mutu lembaga pendidikan keagamaan, persiapan pelaksanaan program nasional, hingga penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.
Pada apel pagi, Senin (6/7), Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menyampaikan arahan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satu fokus yang disampaikan ialah pelaksanaan kunjungan dan verifikasi ke lembaga pendidikan diniyah serta Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Kegiatan itu diarahkan untuk memutakhirkan data kelembagaan sekaligus memotret kondisi riil penyelenggaraan pendidikan keagamaan di lapangan.
Dalam kesempatan yang sama, Kemenag Kabupaten Kediri juga mematangkan persiapan Gerakan Indonesia Berkiblat melalui kegiatan Rashdul Kiblat yang dijadwalkan berlangsung pada 15–16 Juli 2026. Secara nasional, program tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 1.448.000 titik yang meliputi masjid, musala, madrasah, pondok pesantren, serta berbagai lembaga pendidikan keagamaan. Di Kabupaten Kediri, sasaran ditetapkan sebanyak 10.400 titik dengan pelaksanaan pengamatan arah kiblat secara serentak pada pukul 16.27 WIB. Pendaftaran peserta dibuka sejak 1 hingga 8 Juli 2026, disertai rapat koordinasi dan penyusunan petunjuk teknis sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan.
Pembinaan terhadap lembaga pendidikan keagamaan turut dilakukan melalui kunjungan lapangan. Tim dari bidang Pendidikan Luar Sekolah, Pondok Pesantren, dan Madrasah mendatangi TPQ Al-Hasanah di Dusun Demangan, Desa Setonorejo, Kecamatan Kras, serta Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha Misriu Manhajul Qur’an di Desa Ploso, Kecamatan Mojo. Peninjauan difokuskan pada tata kelola lembaga, kelengkapan sarana prasarana, administrasi, dan proses pembelajaran guna memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai ketentuan.
Di bidang pengembangan peserta didik, Kemenag Kabupaten Kediri membuka penyelenggaraan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) 2026. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri, Achmad Fa’iz, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga wahana pembentukan karakter melalui nilai sportivitas, kejujuran, disiplin, serta sikap saling menghormati antarpeserta.
Persiapan memasuki Tahun Pelajaran 2026/2027 juga menjadi bagian dari agenda pembinaan. Pengawas madrasah diminta mendorong kesiapan seluruh satuan pendidikan, mulai Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, hingga lembaga pendidikan keagamaan lainnya, agar proses belajar mengajar dapat berlangsung sesuai jadwal. Dalam forum pembinaan itu turut disampaikan materi mengenai tata cara pelaksanaan akad nikah sesuai ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku, serta penguatan komitmen menjaga kerukunan umat beragama dan kedisiplinan aparatur.
Di sektor pelayanan sosial, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Kabupaten Kediri bersama mitra kerja menyalurkan bantuan zakat, infak, dan sedekah kepada 52 anak yatim di lingkungan Raudhatul Athfal melalui program “Kediri Cerdas”. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan pendidikan sekaligus memperluas manfaat penghimpunan dana sosial keagamaan.
Rangkaian kegiatan selama sepekan itu memperlihatkan pelaksanaan program yang berlangsung pada beberapa bidang secara bersamaan, mulai dari penguatan kapasitas aparatur, pembinaan lembaga pendidikan keagamaan, persiapan program nasional, hingga pelayanan sosial. Seluruh agenda tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Kementerian Agama Kabupaten Kediri dalam bidang pendidikan, pelayanan keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat. (Ayyubi).
