Gandeng UWP, Disbudporapar Surabaya Bentengi Generasi Muda dari Ancaman Narkoba dan HIV/AIDS

Surabaya, Media Pojok Nasional – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya menggelar kegiatan sosialisasi “Peningkatan Pemahaman Pemuda Tentang Bahaya HIV/AIDS, Kenakalan Remaja, dan Narkoba” yang bertempat di Kampus Universitas Wijaya Putra (UWP) Kampus Benowo, pada 21-22 Mei 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari elemen mahasiswa UWP serta perwakilan pelajar SMA dan SMK di wilayah Surabaya Barat. Langkah preventif ini sengaja diambil pemerintah kota untuk membentengi generasi muda dari ancaman sosial dan kesehatan modern, sekaligus mewujudkan Surabaya sebagai Kota Layak Pemuda yang aman dan produktif.

Sinergi Akademisi dan Program Beasiswa Pemuda Tangguh
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Rektor UWP, Dr. Budi Endarto, SH., M.Hum. Dalam pidatonya, Dr. Budi menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai benteng moral bagi mahasiswa, khususnya dalam mendukung visi besar kampus yang disinergikan dengan program bantuan pendidikan dari Pemkot Surabaya.
“Kampus tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter. Kegiatan ini sejalan dengan visi UWP untuk Menjadi Universitas Terkemuka Dalam Pengembangan Sociopreneurship Berbasis Riset Tahun 2030. Melalui dukungan Pemkot Surabaya, salah satunya lewat Beasiswa Pemuda Tangguh, mahasiswa kurang mampu di UWP mendapatkan kepastian masa depan pendidikan. Sebagai timbal baliknya, kita harus memastikan mereka tumbuh menjadi agen perubahan, menjadi sociopreneur masa depan yang tangguh, inovatif, serta bersih dari narkoba dan perilaku negatif,” tegas Dr. Budi.

Apresiasi senada juga disampaikan oleh Camat Pakal, Zainuddin Fanani, S.H., M.Med.Kom. Ia mengingatkan para mahasiswa penerima beasiswa maupun pemuda di wilayah Surabaya Barat untuk menjaga amanah jaminan pendidikan tersebut dengan tidak terjerumus ke dalam lingkaran kenakalan remaja yang dapat merusak masa depan.

Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, Disbudporapar Kota Surabaya menghadirkan para pakar dan praktisi lintas sektor yang dibagi ke dalam beberapa sesi materi:
Sesi pertama dipaparkan oleh Jaksa Fungsional dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya. Materi ini mengupas tuntas implikasi hukum dari kenakalan remaja dan tindakan kriminalitas di kalangan pemuda agar mereka lebih mawas diri.
Guna menyentuh sisi psikologis, Dekan Fakultas Psikologi UWP, Firsty Oktaria, S.Psi., M.Psi., Psikolog hadir memberikan materi khusus mengenai Konseling Bagi Pemuda. Sesi ini memberikan edukasi tentang cara mengelola stres, tekanan teman sebaya (peer pressure), serta pentingnya mencari bantuan profesional jika menghadapi masalah mental.

Materi kedua dibawakan oleh KASUBNIT 2 UNIT 2 Sat ResNarkoba Polrestabes Surabaya. Beliau memaparkan peta kerawanan peredaran narkoba di Surabaya serta modus-modus baru yang kerap menyasar kalangan mahasiswa.

Melengkapi edukasi tersebut, Penyuluh Narkoba dari BNN Kota Surabaya, tampil pada materi ketiga. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk aktif dalam program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) serta mengenali gejala awal penularan HIV/AIDS yang seringkali beriringan dengan gaya hidup bebas dan penggunaan jarum suntik ilegal.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab antara mahasiswa dan para pemateri. Melalui kegiatan ini, Disbudporapar Kota Surabaya berharap para pemuda, termasuk para mahasiswa penerima Beasiswa Pemuda Tangguh di UWP, dapat menjadi pioneer atau duta informasi bagi lingkungan sekitarnya.
Dengan pemahaman yang matang mengenai bahaya HIV/AIDS, kenakalan remaja, dan narkoba, generasi muda Surabaya diharapkan mampu menjaga diri dan lingkungannya demi menyongsong Indonesia Emas.

Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *