Surabaya, Media Pojok Nasional – Menginjak usia ke-79 tahun, Drs. H. Sutijono, MM, Ketua PPLP – PT PGRI Surabaya, menandai perjalanan hidup bukan sekadar sebagai rentang waktu, melainkan sebagai warisan intelektual dan pengabdian yang kokoh. Bagi dunia pendidikan, nama beliau adalah simbol keilmuan mendalam, pemikiran strategis, dan pemahaman filosofis yang menempatkannya setara dengan tokoh pendidikan kelas dunia.
Dengan wawasan luas, beliau memandang pendidikan sebagai sistem pembangunan manusia utuh, terstruktur, berkelanjutan, dan berlandaskan nilai luhur. Pemikirannya selaras prinsip global: guru adalah penentu mutu peradaban, dan organisasi profesi adalah wadah yang menjamin profesionalisme, perlindungan, serta pengembangan kompetensi berkelanjutan. Di bawah arahannya, PPLP – PT PGRI Surabaya tumbuh menjadi institusi rujukan, yang mampu menyatukan nilai lokal dengan standar pendidikan internasional.
Konsep kepemimpinannya dibangun atas dasar akuntabilitas, transparansi, dan kajian mendalam. Beliau senantiasa menegaskan satu kebenaran universal: “Kualitas bangsa masa depan adalah cermin pendidikan hari ini, dan kualitas pendidikan bergantung pada seberapa kita menghargai dan memberdayakan para gurunya.”
Di usia senja, ketajaman analisis dan kedalaman ilmunya tetap menjadi kompas. Beliau membuktikan bahwa keilmuan sejati semakin matang seiring pengalaman, dan pengabdian tak mengenal batas usia. Setiap gagasan yang lahir selalu berdasar kajian kebutuhan riil, peraturan, dan arah kebijakan pendidikan nasional maupun global, melahirkan ribuan pendidik yang cakap dan berkarakter kuat.
Hari ini, penghormatan dan doa mengalir dari seluruh komunitas pendidikan. Semoga beliau senantiasa dikaruniai kesehatan dan kejernihan akal budi. Sosok Bpk. Sutijono adalah bukti nyata: ketika ilmu disatukan dengan pengabdian, ia akan melahirkan warisan peradaban yang abadi dan menerangi jalan generasi mendatang.
Selamat ulang tahun ke-79, Bapak. Engkau adalah teladan bahwa pemimpin pendidikan sejati mengubah teori menjadi karya, dan menjadikan hidupnya pelita bagi banyak orang.
Red.
