Dugaan Solar Subsidi Disalahgunakan, Jalan Licin Picu Rentetan Laka di Arosbaya–Sebanih: Anam Dorong Pengusutan dari Hulu ke Hilir

Bangkalan,Media Pojok Nasional — Rentetan kecelakaan lalu lintas yang terjadi di ruas Jalan Raya Arosbaya–Sebanih, Kabupaten Bangkalan, belakangan menjadi sorotan publik setelah diduga dipicu tumpahan solar di badan jalan yang membuat permukaan aspal licin dan membahayakan pengguna jalan. Peristiwa ini viral di berbagai platform media sosial dan menjadi perhatian luas masyarakat karena menyebabkan belasan pengendara terjatuh dalam waktu beruntun.

Ketua Perkumpulan Jurnalis Bangkalan (Pejalan), Syaiful Anam, S.Pd, menilai insiden tersebut tidak bisa dipandang sebagai kecelakaan biasa. Menurutnya, peristiwa ini harus dibaca sebagai alarm serius atas dugaan penyalahgunaan distribusi solar subsidi yang tidak hanya merugikan negara, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat di jalan raya.

“Ini bukan sekadar soal jalan licin dan kendaraan tergelincir. Ini soal dugaan penyalahgunaan solar subsidi yang dampaknya nyata dirasakan masyarakat. Ketika distribusi BBM subsidi diduga dimainkan, lalu bocor di jalan dan menyebabkan kecelakaan beruntun, maka negara tidak boleh diam. Ini harus diusut dari hulu ke hilir,” tegas Anam.

Berdasarkan informasi yang beredar dan dihimpun dari sejumlah sumber, tumpahan solar diduga berasal dari armada truk modifikasi pengangkut BBM yang melintas di jalur Arosbaya menuju wilayah kota. Solar disebut tercecer sepanjang jalur, menyebabkan permukaan jalan sangat licin dan memicu belasan insiden kecelakaan sejak malam hingga siang hari. Sejumlah pengendara roda dua dilaporkan terjatuh, sementara beberapa kendaraan roda empat mengalami kerusakan cukup parah.

Anam menyebut, jika benar kendaraan yang diamankan merupakan truk modifikasian berkapasitas sekitar 8 kiloliter dan mengangkut solar subsidi di luar jalur distribusi resmi, maka aparat penegak hukum wajib menelusuri seluruh mata rantai distribusinya. Bukan hanya sopir dan armada, namun juga pihak pemodal, penyuplai, penampung, hingga jaringan yang diduga bermain dalam distribusi BBM subsidi ilegal.

“Jangan berhenti di sopir. Jangan berhenti di kendaraan. Harus ditelusuri siapa pemilik armada, dari mana solar diambil, siapa yang menyuplai, siapa yang menerima, dan siapa yang diuntungkan. Kalau memang ada permainan solar subsidi, maka ini bukan pelanggaran biasa, ini dugaan kejahatan distribusi yang merugikan rakyat kecil,” ujar Anam.

Ia juga menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Polres Bangkalan yang telah mengamankan armada truk modifikasi beserta sopir untuk kepentingan penyelidikan. Menurutnya, langkah cepat kepolisian patut diapresiasi sebagai bentuk respons terhadap keresahan publik, namun masyarakat juga menunggu keberanian aparat untuk membongkar perkara ini hingga tuntas.

“Polres Bangkalan harus berdiri paling depan. Publik mendukung penuh pengusutan ini. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Kalau memang ada aktor besar di belakang distribusi solar subsidi ini, maka harus dibuka terang. Keselamatan warga tidak boleh dikorbankan demi keuntungan segelintir orang,” lanjutnya.

Anam menegaskan, dugaan penyalahgunaan BBM subsidi bukan hanya persoalan pelanggaran ekonomi, melainkan persoalan keadilan sosial. Sebab BBM subsidi sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat kecil, nelayan, petani, dan pelaku usaha mikro, bukan untuk diselewengkan melalui praktik distribusi ilegal yang berujung membahayakan publik. Ia pun meminta pengawasan distribusi BBM subsidi di Bangkalan diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Sebelumnya, laporan yang beredar menyebutkan tumpahan solar di jalur Arosbaya–Bancaran terjadi sejak malam hari dan baru dibersihkan petugas pada siang hingga sore hari. Proses pembersihan melibatkan unsur Dinas Perhubungan dan Damkar Bangkalan dengan penyemprotan air serta campuran sabun untuk mengurai solar yang menempel di permukaan jalan.

Di tingkat regional, kasus dugaan penyalahgunaan BBM subsidi dengan modus kendaraan tangki modifikasi juga tengah menjadi perhatian aparat. Polda Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir disebut mengungkap puluhan kasus penyalahgunaan BBM dan elpiji subsidi, termasuk modus modifikasi tangki kendaraan untuk distribusi ilegal. Hal ini memperkuat dugaan bahwa praktik serupa bukan pola tunggal, melainkan bagian dari jaringan distribusi yang lebih luas.

Anam menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama, dan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan semata.

“Kalau rakyat jatuh di jalan karena ulah mafia subsidi, maka hukum wajib berdiri tegak. Bangkalan tidak boleh jadi ruang aman bagi penyalahgunaan solar subsidi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *