Jayapura, Media Pojok Nasional –
Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) terus melaju memperkuat langkah transformasi dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Tanah Papua. Hal ini sejalan dengan tema Rapat Kerja USTJ Tahun 2026 Transformasi Universitas Sains dan Teknologi Jayapura Menuju Kampus Unggul, Inovatif, dan Berdaya Saing Global Berbasis Kearifan Lokal Papua 2035”
Hari ini (1 Mei 2026), USTJ melakukan penjajakan kemitraan strategis dengan RSUD Dok II Jayapura untuk memperkuat sektor akademik dan kesehatan, khususnya pada program studi Farmasi dan Analis Kesehatan.
Pertemuan ini berlangsung di sela-sela Rapat Kerja USTJ Tahun 2026 yang diselenggarakan di Hotel Sunni Abepura, 1-2 Mei 2026. Bincang kemitraan ini menjadi sinyal kuat komitmen kedua institusi dalam menyelaraskan dunia akademik dengan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Hadir dalam penjajakan kemitraan strategis, Dr. M. Rusdianto Abu, S.AP., M.Si (Rektor USTJ), dr. Andreas Pekey, Sp.PD, MH, M.Si, (Direktur RSUD Dok II Jayapura), Santje M. Iriyanto Rumkorem, MT (Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama USTJ), Rosi Fitriyanti, M.Hum (Kepala Lembaga Pengembangan Inovasi USTJ), dan
Evanita V. Manullang, MT (Kepala Biro Akademik USTJ)
Direktur RSUD Dok II Jayapura, dr. Andreas Pekey, menegaskan bahwa sinergi kemitraan antara universitas dan rumah sakit adalah sebuah upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan kualitas layanan kesehatan.
”Pihak universitas pasti membutuhkan pihak Rumah Sakit, begitupun pihak Rumah Sakit membutuhkan pihak Universitas dalam pengembangan ilmu. Pertemuan ini menjadi diskusi yang sangat baik agar ke depan dapat dikembangkan kerjasama penguatan layanan maupun sisi pendidikan,” ujar dr. Andreas.
Ia juga berharap agar sinergi ini mampu mendukung visi misi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, sehingga setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat berjalan beriringan dengan lembaga pendidikan tinggi, termasuk USTJ.
Rektor USTJ, Doktor Rusdianto mengatakan
Sebagai rektor USTJ, hal-hal ini perlu kita kembangkan, saya berharap dengan kerjasama kemitraan dapat meningkatkan akreditasi Prodi Farmasi dan Prodi Analis Kesehatan USTJ, selain itu kami berharap lulusan farmasi dan Analis Kesehatan USTJ dengan kualifikasi kompetensi yang dimiliki, kita bisa menempatkan mereka di Rumah Sakit, baik yang ada di Provinsi dan Kota Jayapura, bahkan yang ada di DOB, sehingga bisa membantu pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, khususnya bidang Farmasi dan Analis Kesehatan, sesuai dengan arah kebijakan program strategis nasional di bidang kesehatan dan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih, dengan hastag Papua Cerah.
Wakil Rektor IV USTJ Bidang Kerjasama, Santje M. Iriyanto Rumkorem, MT mengatalsn kesiapan pihak universitas untuk menindaklanjuti poin-poin diskusi tersebut tidak hanya dalam bentuk tandatangan kerjasama namun dalam aksi konkret.
”Kami pada prinsipnya menyambut baik kerjasama ini. Sebagai langkah awal, kami akan melakukan kunjungan balasan ke RSUD Dok II,” ungkap Santje.
Beliau menambahkan bahwa hasil dari Raker tahun 2026 juga untuk pengembangan Program Studi Farmasi dan Analis Kesehatan. Langkah ini juga dipersiapkan untuk menyambut kehadiran Laboratorium Terpadu USTJ di masa depan, yang akan di bangun USTJ.
”Kami berharap kerjasama ini dapat berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan akademik serta layanan kesehatan di Papua,” tutupnya.
Red.
