Surabaya, Media Pojok Nasional – Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti upacara bendera peringatan Hari Kartini yang digelar pada Selasa 21 April 2026 di Lapangan Wijaya Putra Kampus Benowo, mulai dari tingkat sekolah hingga Universitas Wijaya Putra (UWP). Kegiatan yang mengusung tema “Kesetaraan dan Peran Perempuan bagi Pebelajar Wijaya Putra Menyongsong Indonesia Emas 2045” ini tidak hanya menjadi momen refleksi sejarah, tetapi juga ajang apresiasi nyata terhadap prestasi dan kontribusi perempuan.
Puncak kemeriahan upacara terjadi saat prosesi penyerahan piala Kejuaraan Antar Dojo se-Indonesia SLC CUP 2026 cabang olahraga Jujitsu. Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jujitsu UWP secara resmi menyerahkan piala bergilir kepada Rektor UWP, Dr. Budi Endarto, M.Hum. Prestasi ini semakin istimewa karena Dojo Wijaya Putra berhasil meraih Juara Umum, dengan hampir seluruh kategori juara diborong oleh atlet-atlet putri.

Tak hanya itu, Rektor UWP menyerahkan dana apresiasi dan dana motivator secara langsung kepada para mahasiswa atlet berprestasi, yang terdiri dari cabang olahraga Jujitsu, Pencak Silat, serta tim yang berhasil masuk dalam Top 50 Social Project Innovillage. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan kebanggaannya terhadap capaian tersebut, khususnya karena para penerima dana motivator didominasi oleh mahasiswi berprestasi.
“Kalian adalah bukti nyata bahwa perempuan mampu unggul di bidang olahraga bela diri, seni bela diri tradisional, hingga inovasi sosial. Ini adalah wujud nyata semangat Kartini di era modern,” ujar Rektor UWP saat memberikan dana apresiasi.
Momen Hari Kartini juga dimanfaatkan untuk memberikan ucapan selamat kepada para dosen penerima pendanaan Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026. Sebanyak 36 tim dosen dari berbagai fakultas menerima pendanaan kompetitif tersebut. Yang menggembirakan, sebagian besar ketua tim maupun anggota tim adalah dosen-dosen perempuan yang aktif dalam riset dan pemberdayaan masyarakat.
“Pendidikan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk membawa kebahagiaan bagi orang lain, seperti cita-cita Kartini. Para dosen perempuan ini adalah teladan bahwa ilmu yang dihasilkan harus berdampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Upacara ditutup dengan doa bersama dan rangkaian kegiatan lomba yang mengangkat tema perjuangan perempuan menuju Indonesia Emas 2045. Seluruh peserta, mulai dari pelajar, mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan, tampak antusias dan terinspirasi.
Red.
