Capaian Program KB Bangkalan Lampaui Target Nasional, Kadis Sudiyo Imbau Warga Manfaatkan Layanan Gratis

Bangkalan, Media Pojok Nasional – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangkalan, Sudiyo, menyampaikan capaian program keluarga berencana (KB) di daerahnya secara umum telah melampaui target nasional. Hal tersebut disampaikan dalam lanjutan keterangan terkait program pengendalian penduduk tahun 2026.

Menurutnya, indikator capaian program KB di Bangkalan menunjukkan tren positif setiap tahun, bahkan realisasi target dapat mencapai lebih dari 100 persen, berkisar 115 hingga 116 persen.

“Target itu kita bagi ke seluruh wilayah kecamatan. Penyuluh KB bersama kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) bersinergi untuk memenuhi target realistis yang sudah ditetapkan dalam berbagai momentum kegiatan,” ujarnya.

Sudiyo menjelaskan, capaian tersebut juga didorong melalui sejumlah event nasional dan daerah, seperti Hari Keluarga Nasional (Harganas), kegiatan TMMD, hingga momentum pelayanan kesehatan bersama organisasi profesi.

Dalam setiap kegiatan tersebut, pemerintah daerah menetapkan sasaran pelayanan KB yang harus dicapai di masing-masing wilayah.

Di sisi lain, ia menegaskan pentingnya pertimbangan medis dalam penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang, termasuk tindakan sterilisasi.

Menurutnya, langkah tersebut umumnya disarankan bagi ibu dengan riwayat persalinan berisiko, seperti operasi sesar berulang, guna menekan potensi risiko kematian ibu maupun bayi.

“Kontrasepsi sekarang sudah menjadi kebutuhan. Dulu petugas yang mengejar masyarakat, sekarang masyarakat justru banyak yang mencari layanan KB,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan, lanjut Sudiyo, telah menyediakan layanan KB gratis di fasilitas kesehatan, baik di puskesmas maupun klinik swasta yang bekerja sama. Selain alat kontrasepsi, tenaga medis dan pendampingan dari penyuluh serta kader juga disiapkan untuk memastikan pelayanan berjalan optimal.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya pasangan usia subur, agar tidak ragu memanfaatkan layanan tersebut demi perencanaan keluarga yang lebih sehat dan sejahtera.

Tidak hanya itu, Sudiyo juga mengajak media untuk turut membantu menyosialisasikan program pengendalian penduduk serta layanan perlindungan perempuan dan anak.

Ia menegaskan, hotline Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) siap melayani laporan masyarakat selama 24 jam.

“Jika ada perempuan atau anak yang menjadi korban kekerasan atau ancaman, jangan ragu menghubungi hotline kami. Kami siap memberikan pendampingan dan pelayanan,” tegasnya.

Dengan dukungan berbagai pihak, pemerintah daerah berharap program KB dan perlindungan perempuan serta anak di Bangkalan dapat terus berjalan maksimal guna menjaga keseimbangan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *